SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Banjarmasin kembalikan anggaran Rp700 juta ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Anggaran ratusan juta rupiah itu dikembalikan menyusul keputusan Walikota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR yang meniadakan berbagai kegiatan hiburan dan kemeriahan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-500 Banjarmasin.
Kepala Bagian (Kabag) Tapem Setdako Banjarmasin Diyanoor menuturkan, pihaknya mendukung keputusan tersebut sebagai bentuk empati Pemerintah Kota (Pemko) terhadap kondisi yang tengah dihadapi masyarakat.
“Kami sangat mendukung keputusan Pak Wali Kota Banjarmasin. Keputusan ini diambil sebagai bentuk rasa empati kita di tengah musibah kebakaran lahan dan hutan (karhutla) yang masih terjadi hingga saat ini dan menyebabkan kabut asap yang berdampak ke masyarakat,” ungkapnya, saat di Balai Kota Banjarmasin, Minggu (20/9/2026).
Selain bencana Karhutla, keputusan tersebut juga berkaitan dengan musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 yang masih menyisakan duka bagi masyarakat.
Anggaran Rp700 juta tersebut sebelumnya disiapkan untuk mendukung sejumlah kebutuhan dalam perayaan Harjad ke-500 Banjarmasin.
Dari total anggaran tersebut, Rp500 juta dialokasikan untuk mendatangkan artis ibu kota sebagai pengisi acara hiburan.
“Sementara Rp 200 juta lainnya disiapkan untuk pengadaan souvenir bagi para tamu undangan pada puncak perayaan Harjad Banjarmasin,” terangnya.
Dengan dibatalkannya kegiatan-kegiatan tersebut, Bagian Tapem Setdako Banjarmasin akan segera mengembalikan anggaran yang telah disiapkan kepada Tim TAPD Banjarmasin.
“Segera akan kami kembalikan ke Tim TAPD. Meski nantinya akan menimbulkan silpa, karena anggarannya juga cukup besar,” katanya.
Sebelumnya, Pemko Banjarmasin telah menyiapkan berbagai kegiatan untuk memeriahkan peringatan Harjad ke-500 Banjarmasin.
Sejumlah agenda yang telah dipersiapkan di antaranya Cangkurah, Banjarmasin Art Week (BAW), Bakul Fest, Banjarmasin International Ekraf Festival (BIEF), Bamara Fair, Book Fair, Festival Jukung Hias Tanglong, Phoria Musik, Festival Kuliner hingga penampilan artis ibu kota pada puncak perayaan Harjad.
“Namun, menyusul keputusan Walikota Banjarmasin untuk meniadakan kegiatan yang bersifat hiburan dan kemeriahan, seluruh agenda tersebut dibatalkan,” tegasnya. (shn/smr)









