SEPUTARAN.ID, RANTAU – Bupati Tapin H Yamani menghadiri Kajian Milenial yang digagas Komunitas Jalan Bersama (JABER), dengan mengangkat tema MACHAL, Meraih Cintanya Rasulullah SAW, Jumat (14/8/2026) malam.
Dalam kesempatan itu, ia berpesan di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, anak muda juga perlu memiliki pegangan agama dan akhlak yang kuat. Sebab, generasi muda tidak cukup hanya dibekali kecerdasan dan keterampilan.
H Yamani juga mengapresiasi JABER yang menghadirkan kegiatan positif bagi generasi muda di Kabupaten Tapin.
Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Terlebih, anak muda hidup di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang begitu pesat.
“Kita semua tentu ingin mendapatkan cinta Rasulullah SAW. Tetapi cinta kepada Rasulullah tidak cukup hanya diucapkan dengan lisan. Harus ada usaha untuk mengenal beliau, mempelajari ajaran beliau dan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ujar H Yamani,
Ia pun mengajak para generasi muda untuk memulai upaya tersebut dari hal-hal sederhana.
Di antaranya dengan menjaga salat, menghormati orang tua, menjaga pergaulan, berkata baik, menjauhi hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, serta membiasakan diri bershalawat.
Perhatian khusus juga disampaikan H Yamani terkait penggunaan media sosial.
Menurutnya, media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari generasi muda. Karena itu, keberadaannya harus dimanfaatkan untuk hal-hal yang memberikan manfaat.
“Jangan sampai media sosial menjadi tempat menyebarkan fitnah, kebencian, berita bohong atau sesuatu yang dapat merusak persaudaraan,” pesannya.
Sebaliknya, media sosial diharapkan bisa menjadi sarana untuk berbagi ilmu, kebaikan dan inspirasi.
H Yamani juga berharap kegiatan Kajian Milenial tidak berhenti sampai pada kegiatan tersebut. Ia ingin kegiatan serupa menjadi ruang bagi anak muda Tapin untuk berkumpul, berdiskusi, belajar agama dan melahirkan berbagai kegiatan positif.
“Kita ingin generasi muda Tapin menjadi generasi yang tidak hanya hebat secara intelektual, tetapi juga kuat iman dan akhlaknya,” katanya.
Sebab, menurut H Yamani, masa depan Tapin berada di tangan generasi muda. Jika generasi mudanya memiliki akhlak baik dan semangat membangun, maka masa depan daerah juga diyakini akan semakin baik.
Ia mengajak peserta kajian menjadikan MACHAL sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri.
Bukan sekadar bertanya apakah mencintai Rasulullah SAW, tetapi juga mempertanyakan sejauh mana cinta tersebut diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan hanya bertanya, ‘Apakah kita mencintai Rasulullah?’ Tetapi mari kita bertanya kepada diri sendiri, ‘Apa yang sudah kita lakukan untuk membuktikan cinta kepada Rasulullah SAW?’” tuturnya. (smr)









