SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Sebanyak 114 penumpang yang menjadi korban tragedi KM Virgo Transport 8 telah berhasil ditemukan. Kini seluruh korban tersebut telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Dari pantauan dan informasi yang dihimpun di lapangan, diketahui para korban selamat berhasil dievakuasi dengan kondisi yang berbeda-beda. Dari 114 korban tersebut, sebanyak enam di antaranya dinyatakan meninggal dunia.
Identitas keenam korban yang meninggal dunia, yakni Reyner Fausta Yosilianto (22) asal Malang, Jawa Timur, Nurul Rian Hidayat (33) asal Pamekasan, Jawa Timur, Deny Ridzal Saputra (29) asal Kediri, Jawa Timur, Imam Soeparno (66) asal Surabaya, Jawa Timur, Erick Maisul Latif (37) asal Garut, Jawa Barat dan Risyan Kurnia Putra (28) asal Garut, Jawa Barat.
Sementara itu 108 penumpang lainnya dinyatakan selamat;
Abdul Kholik (Surabaya)
Anton (Malang)
Fauzan (Jawa Barat)
Haryono (Semarang)
Edi Setiyono (Sumatera)
Difa Saputra (Purbalingga)
Budi (Surabaya)
C. Abudin (Jawa Barat)
Widi (Jawa Barat)
Agus Munir (Jawa Barat)
Vepy (Sumenep)
Fauzi Ardiansyah (Malang)
Muhammad Vizat (Sidoarjo)
Boni Fasius (Flores)
Satya Bagus Saputra (Klungkung)
Ali (Flores)
Kurdi (Madura)
Dede Farandika (Banyuwangi/ABK)
Hensius Eko (NTT)
Munawi (Mojokerto)
Irwan Mujiono (Kediri)
Paeman (Sidoarjo)
Didit Setiawan (ABK/Surabaya)
Anif (ABK/Cilacap)
Devin (ABK/Jombang)
Irvan Purba (ABK/Medan)
Heri Risnandi (ABK/Ciamis)
Sumaksum (ABK/Bojonegoro)
Ainul (ABK/Madura)
Sugiono (ABK/Banyuwangi)
Bayu (ABK/Riau)
Juhadi (ABK/Tuban)
Nurdianto (ABK/Jombang)
Adi Suseno (-)
Rais Dny (-)
Rohim (-)
Arif Tofan Purnomo (-)
Nanang Priyanto (-)
Bayu Kusuma (-)
Fransiskus Afridos Geong (-)
Arman Firmansyah (-)
Arif Ijwat Dwiyanto (-)
Sumarsum (-)
Gunggun (-)
Irfan Purba (-)
Najib (-)
Henvi (-)
Rizal (-)
Ahmad (-)
Rizki (Cianjur)
Rehan (Garut)
Ahmad Akmal (Garut)
Bagus (Nganjuk)
Wakid (Lamongan)
Abdul Rohman (Tulungagung)
Andre Fajar (Pati)
Faizal (Bandung)
Abu Bakar (Surabaya)
Qimikus Poko (Flores)
Ahmad Murdillah (Banjar)
Doni (Sidoharjo)
Hermus (Flores)
Heru Pramono (Palembang)
Iwan (Garut)
Davio (Sibarong Barang)
Karna Ocit (Karawang)
Rino (Banyuasin)
Aldianus (Sumba NTT)
Pujianto (Palembang)
Ponimin (-)
Marsianus (NTT)
Radus Bowo (NTT)
Lucky Wahyu (Sidoharjo)
Zahrim (Sungai Rawa/Sumatra)
Sachilin (Cilacap)
Rianda (Jakarta)
Prastika (Palembang)
Syaiful Nurdin (Mojokerto)
Lutfi Arisandi (Madura)
Sifri (NTT)
Heri (Ciamis)
Arifin (Purbalingga)
Rizal (Pemalang)
Fery (NTT)
Lehadi (-)
Agus (Bukit Tunggal)
Shopian (Manado)
Devin (Jombang)
Ainul (Madura)
Sugianto (Banyuwangi)
Bambang Melon (Kediri)
Dodit Mujiono (Situbondo)
Dodit Mujono (Medis/Surabaya)
Yahya (Jombang)
Apriyanto (Tulungagung)
Edi Sutrisno (Purwosari)
Muh Fathir (Gambut)
Deny Agung Prasetno (Nganjuk)
Herman (Banjarmasin)
Nur Kartika Basmono (Tuban)
Azzam Umami (Pemalang)
Syaiful Anwar (Butar)
Kokoh Sugiarto (Kediri)
Nanang Yulianto (Bojongsari)
Danang Yulianto (Klaten)
Fajri Akbar (Tegal)
Arief Yuniarto (Lamongan)
Rahmadi (Banjarmasin)
Wakil Menteri Perhubungan RI Suntana menyampaikan, ada enam orang jenazah berhasil diidentifikasi hingga hari ketiga ini.
“Insya allah lima orang jenazah bakal dikirim besok ke daerah masing-masing, 1 telah dipulangkan pada kemarin,” ujarnya saat Konferensi pers di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Selasa (16/9/2026) malam.
Sementara itu 22 korban berhasil diselamatkan,19 orang dinyatakan dalam kondisi sehat, sedangkan tiga orang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut akibat cedera.
Ia menyatakan, operasi pencarian para korban bakal terus dilakukan. “Mohon doa nya agar kegiatan dapat hasil yang maksimal,” katanya.
Kepala Basarnas RI Mohammad Syafii menuturkan, kekuatan seluruh unsur SAR baik udara, laut dan masyarakat yang telah disebar.
Namun, trafic yang telah melintas diperairan itu, belum menemukan adanya laporan tanda-tanda ditemukan korban tambahan.
“Karena itu Basarnas akan terus melaksanakan operasi, sesuai dengan ketentuan yang menjadi dasar,” ujarnya.
Dia memastikan, koordinasi dan rapat evaluasi itu menjadi ketentuan yang harus dilaksanakan. “Sampai hari ke-7 bakal dilaksanakan dan nanti dievaluasi,” terangnya.
Konsep operasi dipermukaan air laut dan under water serta menggunakan teknologi yang dimiliki oleh kapal, baik itu perangkat canggih seperti drone underwater, multi beam echo sounder, dan Remote Operated Vehicle (ROV).
“Jadi selama kondisi memungkinkan, sasaran itu tadi bakal dimaksimalkan dan dilaksanakan,” jelasnya.
Andai operasi under water tidak bisa dilakukan, Mohammad Syafii menyatakan, akan melibatkan semua pihak yang memiliki kemampuan, baik itu menghitung proses tindakan dan membalikkan kapala tersebut dan ditarik.
“Mudah-mudahan kondisi cuaca memungkinkan, sehingga operasi bisa semaksimal mungkin dilakukan,” tukasnya. (shn/smr)









