SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Proses penanganan darurat pasca-ambruknya Jembatan Saka Harang di kawasan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, terus dikebut pengerjaannya.
Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin bersama TNI dan Dinas terkait menargetkan pemasangan jembatan darurat berjenis modular bridge dapat selesai dalam waktu dekat, agar mobilitas warga kembali lancar.
Jembatan ini memiliki spesifikasi bentangan secara penuh 30 meter dengan kekuatan beban berat 10 sampai 15 ton.
Dandenzipur 8/GM Kapten Czi Try Aviyananto Wirawan menuturkan, progres pengerjaannya sekarang kurang lebih 75 persen. Tinggal pemasangan lantai atau plat panel dan beberapa penguatan untuk memastikan keselamatan dari Jembatan ini.
“Kita usahakan hari ini sudah bisa selesai semua pengerjaannya. Soalnya dikejar, agar dapat digunakan dan diakses oleh masyarakat,” bebernya.
Ia menjelaskan, untuk bagian oprit ada lantai dan agregat untuk membantu elevasi naik kendaraan ke jembatan. “Sejauh ini kendala mungkin terkait lokasi pengerjaan cukup sempit, meski begitu tetap bisa diatasi oleh tim,” jelasnya.
Pihaknya memastikan untuk keselamatan masyarakat dibuat safety sekitar lokasi dan diimbau untuk tidak mendekati ketika pengerjaan.
Jembatan darurat berjenis modular bridge, memiliki spesifikasi bentangan secara penuh 30 meter dengan kekuatan beban berat 10 sampai 15 ton.
“Melihat kondisi, kita upayakan beban muatan melintas 5 sampai 10 ton saja,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Banjarmasin Chandra Iriandi Wijaya menuturkan, progres pengerjaan sudah menujukkan tren positif.
“Kemungkinan malam ini bisa selesai. Nanti dipersiapkan opritnya sehingga dapat dilalui oleh masyarakat,” ujarnya.
Sementara, guna kelancaran lalu lintas akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satlantas Polresta Banjarmasin.
“Tentu ada pembatasan dan pemasangan rambu-rambu dipasang. Karena ini Jembatan sementara, walau sudah kokoh,” tukasnya.
Sedangkan, kata dia, untuk pembangunan Jembatan permanen, direncanakan awal 2027 bakal dikerjakan. Dengan konstruksi jembatan lengkung girder beton dengan bentang pamjang 25 meter dan lebar 10 meter.
Anggaran diperkirakan sekitar Rp20 miliar, dan diusahakan bisa berkurang. “Kita lihat nanti Detail Engineering Design (DED) tahun ini,” ujarnya.
“Pemilihan jenis jembatan girder beton, karena ketahanan sekitar 50 tahun dan bisa dilewati beban yang besar,” tukasnya. (shn/smr)









