SEPUTARAN.ID, BANJARBARU – Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) 2026 resmi ditutup, di Gedung KH Idham Chalid, pada Senin (17/8/2026) malam.
Sebanyak 44 putra-putri terbaik Banua yang terdiri dari 22 putra dan 22 putri dari seluruh kabupaten dan kota di Kalsel sebelumnya telah menuntaskan rangkaian seleksi, pendidikan, dan pelatihan, sekaligus menjalankan tugas pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Kalsel.
Melalui Wakil Gubernur Kalsel H Hasnuryadi Sulaiman, Gubernur Kalsel menitipkan masa depan daerah, bangsa, dan negara kepada 44 anggota Paskibraka Kalsel 2026.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah menjalankan amanah dengan disiplin, kekompakan, dan penuh tanggung jawab. “Nama baik Paskibraka melekat pada adik-adik seumur hidup. Saya titip masa depan daerah, bangsa, dan negara kepada kalian,” ujar Hasnuryadi.
Baginya, berakhirnya pemusatan pendidikan dan pelatihan bukan berarti berakhir pula tanggung jawab para anggota Paskibraka. Sebaliknya, pengalaman selama menjalani pembinaan harus menjadi bekal untuk terus menunjukkan keteladanan di lingkungan masing-masing.
Diharapkan para anggota Paskibraka membawa kedisiplinan yang diperoleh selama pelatihan ke lingkungan keluarga dan sekolah. “Malam ini pemusatan latihan kita tutup, sedangkan tugas adik-adik sebagai teladan baru saja dimulai. Bawa pulang disiplin ini ke rumah dan ke sekolah,” ujarnya.
Selain kedisiplinan, Hasnuryadi juga mengarahkan generasi muda Kalsel untuk tekun belajar, menjaga diri, serta menjauhi narkoba, perundungan, dan pergaulan yang dapat merusak masa depan.
Dan para anggota Paskibraka memiliki kesempatan besar untuk menjadi generasi yang berkarakter dan memiliki jiwa kepemimpinan. Karena, nilai-nilai yang diperoleh selama pembinaan diharapkan terus diamalkan secara istiqamah dan konsisten.
“Mudah-mudahan bisa menjadi generasi muda yang kita banggakan, menyongsong Indonesia Emas tahun 2045. Semoga adik-adik semuanya sukses di bidangnya masing-masing dan menjadi pemimpin-pemimpin di daerahnya masing-masing,” tuturnya.
Hasnuryadi juga berpesan, agar persaudaraan yang terbangun selama pemusatan latihan tetap dijaga. Perbedaan asal daerah dan latar belakang, menurutnya, harus menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan dan mempererat persatuan.
Ia menilai, pengalaman Paskibraka tidak hanya berkaitan dengan tugas pengibaran bendera, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter, kepemimpinan, disiplin, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Hasnuryadi turut menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, pembina, panitia, tim kesehatan, pendamping asrama, Purna Paskibraka Indonesia, orang tua, serta pihak sekolah yang telah mendukung proses pembinaan.
“Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan lancar. Saya juga tadi menanyakan kondisi adik-adik, semuanya sehat dan siap menjadi teladan di tempatnya masing-masing,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Kalsel juga menyerahkan piagam penghargaan dan uang pembinaan senilai Rp5 juta kepada salah satu perwakilan Paskibraka Kalsel. (adpim/smr)









