SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Pasca mulai dibersihkan selama dua hari, kini TPS ilegal yang ada di tiga titik dan sudah ditutup kini dipasang kamera pengintai atau CCTV. Titik pemasangan CCTV di depan Komplek Mahatama, Jalan Simpang Gerilya dan Jalan RK Ilir.
Wakil Walikota Banjarmasin Hj Ananda mengatakan, pengawasan selama 1×24 jam melalui pengawasan CCTV. Dan langkah pemasangan CCTV ini dilakukan guna mencegah terjadinya pembuangan sampah kembali di area tersebut.
“Jadi kami ketika di Magelang tetap memantau, ini CCTV sudah tadi malam sudah beroperasi dan pak Walikota Banjarmasin HM Yamin HR dapat melihat,” ungkapnya ,usai memantau ke lokasi depan Komplek Mahatama, Rabu (26/2/2025) pagi.
Dikatakannya, jika selama dua hari itu pihaknya memantau para pekerja di lapangan memang benar-benar melakukan pekerjaan dengan baik. Hanya saja, ada kekurangan truk dan alat berat yang membuat proses pembersihan selama dua hari itu kurang maksimal dilakukan.
“Dari 50 truk pengangkut yang direncanakan ternyata hanya ada 37 unit yang beroperasi. Jadi kekurangan sekitar 10 dan kekurangan alat berat,” sebutnya.
Namun, sudah mencari solusi untuk hal itu dengan segera menghubungi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk meminta tambahan bantuan alat di lapangan. Agar, bisa menyelesaikan persoalan sampah yang sudah menjadi keluhan masyarakat.
“Kami tetap dengan semangat yang sama untuk membereskan ini secepat mungkin. Tak hanya sendiri, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga ikut bertugas selama 1× 24 jam di lokasi tersebut,” ucapnya Ananda.
Menurut Bu Nanda – sapaan akrabnya, pemantauan CCTV di area depan Mahatama, RK Ilir dan Jalan Simpang Gerilya bersifat sementara hingga nantinya ada kesadaran dari masyarakat setempat.
“Nanti setelah pulang dari Magelang kami akan bekerja di titik lain, seperti di HKSN, Melati, Mulawarman dan lainnya. Jadi mohon doanya semua dan tolong jaga kebersihan Banjarmasin,” ujarnya.
Ia menyatakan, sekarang belum ada tindakan tegas, jika terekam ada warga yang membuang sampah di eks TPS ilegal itu. “Jika melihat dari CCTV ada yang membuang kami edukasi bahwa sampah masalah sosial dan tindakan dilakukan secara persuasif, tidak boleh ada kekerasan,” tukasnya. (shn/smr)