Seputaran.id
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional
  • Pemkab Gunung Mas
No Result
View All Result
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional
  • Pemkab Gunung Mas
No Result
View All Result
Seputaran.id
No Result
View All Result
  • Umum
  • Kalsel
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • Advetorial
  • Nasional
  • Pemkab Gunung Mas
Home Kalsel Banjarmasin

Satgas Siaga Karhutla dan Kabut Asap Diperkuat

Rabu, 14 Okt 2026 | 21:39 WITA
Satgas Karhutla BPBD Banjarmasin saat ikut berjibaku memadamkan api dari Karhutla. (foto : shn/seputaran)

Satgas Karhutla BPBD Banjarmasin saat ikut berjibaku memadamkan api dari Karhutla. (foto : shn/seputaran)

Bagikan Di FacebookBagikan Di TwitterBagikan Di Whatsapp

SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Banjarmasin turut merasakan dampaknya, kabut asap.

Menghadapi situasi tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin memperkuat penanganan melalui Satgas Siaga Dampak Karhutla serta Kabut Asap yang bersiaga selama 24 jam.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemko menangani kebakaran sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat.

Berikan Ruang Anak Muda Berpikir Kritis, Mazta Diskusi Lima Abad Banjarmasin

Berikan Ruang Anak Muda Berpikir Kritis, Mazta Diskusi Lima Abad Banjarmasin

Senin, 12 Okt 2026 | 20:01
TKD Banjarmasin 2027 Meningkat Rp 30 Miliar

TKD Banjarmasin 2027 Meningkat Rp 30 Miliar

Senin, 12 Okt 2026 | 19:57
100 Pengusaha Belum Sampaikan LPKM, DPMPTSP Banjarmasin Berikan Pendampingan

100 Pengusaha Belum Sampaikan LPKM, DPMPTSP Banjarmasin Berikan Pendampingan

Senin, 12 Okt 2026 | 19:55
Menhut Raja Antoni Turun Pastikan Penanganan Karhutla di Kalsel Berjalan Maksimal

Menhut Raja Antoni Turun Pastikan Penanganan Karhutla di Kalsel Berjalan Maksimal

Senin, 12 Okt 2026 | 19:52

Kesiapsiagaan diperkuat melalui satu posko induk di Kantor BPBD Banjarmasin dan tiga pos lapangan di Pemurus Dalam, Sungai Andai, serta Sungai Lulut.

Personel gabungan disiagakan untuk merespons kebakaran di wilayah kota dan mendukung penanganan lintas daerah sesuai kebutuhan di lapangan.

Walikota Banjarmasin H M Yamin HR menyampaikan, pentingnya mengutamakan keselamatan masyarakat dalam menghadapi Karhutla dan dampak kabut asap. Baginya, penanganan Karhutla membutuhkan kesiapsiagaan, koordinasi dan kerja sama seluruh pihak.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, disertai upaya perlindungan kesehatan serta dukungan yang memadai bagi petugas di lapangan,” ungkapnya, Rabu (14/10/2026).

Ia menyatakan, akan terus memperkuat upaya penanganan dan perlindungan masyarakat, karena dampak Karhutla dan kabut asap tidak boleh dibiarkan mengancam kesehatan, mengganggu pendidikan, maupun menghambat aktivitas warga.

Di tengah upaya penanganan tersebut, perhatian turut tertuju pada pemberitaan bantuan presiden (Banpres) untuk penanganan Karhutla senilai Rp100 miliar. Dalam rincian alokasi yang beredar, Banjarmasin tidak tercantum sebagai penerima langsung.

“Rincian tersebut menyebutkan alokasi untuk BPBD Kalimantan Selatan sebesar Rp30 miliar, Kabupaten Tanah Laut (Tala) Rp20 miliar, Banjarbaru Rp15 miliar, Kabupaten Tapin Rp15 miliar, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Rp10 miliar, dan Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) Rp10 miliar,” bebernya.

Kondisi ini menjadi momentum untuk melihat kebutuhan penanganan Karhutla secara menyeluruh, termasuk dukungan bagi daerah yang menghadapi kebakaran sekaligus terdampak kabut asap.

Penanganan lintas wilayah membutuhkan kesiapan personel, kendaraan dan peralatan yang harus tetap berfungsi optimal.

Dukungan berupa bahan bakar minyak (BBM), biaya operasional, perawatan armada dan mesin pompa, serta perlengkapan keselamatan menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapsiagaan Satgas.

“Dengan dukungan yang memadai, upaya pemadaman dan perlindungan masyarakat dapat terus diperkuat,” jelasnya.

Karhutla bukan hanya persoalan api yang membakar lahan. Dampaknya menjangkau kesehatan, pendidikan dan aktivitas masyarakat.

“Karena itu, penanganannya membutuhkan sinergi antar daerah, kesiapsiagaan petugas, pelayanan kesehatan yang sigap, serta dukungan sesuai kebutuhan di Lapangan,” harapnya.

Di tengah tantangan tersebut, Pemko Banjarmasin terus berupaya melindungi warganya sekaligus mengambil bagian dalam penanganan kebakaran lintas wilayah.

“Sebab, ketika api meluas dan kabut asap menyebar, keselamatan masyarakat menjadi tanggung jawab bersama, tanpa dibatasi wilayah administrasi,” tukasnya.

Berdasarkan data Pemko Banjarmasin, tercatat 71 kejadian kebakaran lahan sejak Juli hingga awal Oktober 2026. Di tengah penanganan di wilayah sendiri, personel pemadam asal Banjarmasin juga turut membantu pemadaman di Kabupaten Banjar dan Barito Kuala (Batola), serta memiliki rekam jejak membantu penanganan kebakaran di Banjarbaru.

Di sisi lain, Pemko terus berupaya melindungi masyarakat dari dampak kabut asap. Pembagian masker dilakukan untuk membantu mengurangi paparan polutan, sementara fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk Puskesmas, terus disiagakan untuk melayani masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat kondisi udara.

Dampak Karhutla juga dirasakan dalam dunia pendidikan. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) diberlakukan sebagai langkah perlindungan peserta didik dari paparan udara berbahaya.

Di sektor kesehatan, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Banjarmasin sempat mencapai sekitar 2.580 kasus dalam satu pekan pada minggu ke-36 tahun 2026. Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan akses pelayanan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta kelompok rentan. (shn/smr)

Tags: bpbd banjarmasinKabut AsapKarhutlaPemko BanjarmasinSatgasUmumwalikota banjarmasin

Baca Juga

Bangunan Kampung Ketupat Dibongkar, Pengelola Utang Rp 408 Juta

Bangunan Kampung Ketupat Dibongkar, Pengelola Utang Rp 408 Juta

Rabu, 14 Okt 2026 | 21:33
Pembangunan Tahap 1 RS Tipe D Sungai Andai Tinggal Finishing

Pembangunan Tahap 1 RS Tipe D Sungai Andai Tinggal Finishing

Rabu, 14 Okt 2026 | 21:29
SPPG se-Banjarmasin Diberi Pemahaman Tera Ulang, Guna Penyajian Sesuai Takaran

SPPG se-Banjarmasin Diberi Pemahaman Tera Ulang, Guna Penyajian Sesuai Takaran

Rabu, 14 Okt 2026 | 21:26
Inflasi Meningkat, Masyarakat Diajak Belanja Bijak

Inflasi Meningkat, Masyarakat Diajak Belanja Bijak

Rabu, 14 Okt 2026 | 14:21
  • Kontak Kami
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

PT. Seputaran Media Rezeki

No Result
View All Result
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional
  • Pemkab Gunung Mas

PT. Seputaran Media Rezeki

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist