SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR didampingi Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin serta PT Air Minum (PAM) Bandarmasih, meninjau penyaluran bantuan air bersih bagi warga di Kelurahan Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kamis (1/10/20226) sore.
Penyaluran air bersih tersebut dilakukan sebagai respons atas dampak kemarau panjang yang menyebabkan sebagian warga mengalami kesulitan air bersih.
PAM Bandarmasih menyiapkan empat tandon air bersih di sejumlah titik di Jalan Kuin Selatan, Kelurahan Kuin Cerucuk, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Wali Kota Banjarmasin H M Yamin HR menyampaikan, penyaluran air bersih dilakukan untuk membantu masyarakat di wilayah yang belum terjangkau layanan air secara optimal akibat terbatasnya ketersediaan air baku.
“Kita bersama Kapolresta, jajaran direksi PAM Bandarmasih dan juga komisaris memantau sekaligus menyalurkan air bersih. Di Kelurahan Kuin Cerucuk ini ada empat tandon,” ujarnya.
Air bersih disalurkan menggunakan mobil tangki dan ditampung di sejumlah tandon yang telah disediakan di beberapa titik, sehingga lebih mudah diakses oleh masyarakat.
“Memang ini adalah wilayah yang tidak sampai tersalurkan air. Sehingga kita mengantisipasinya dengan menyiapkan tandon dan mengantar menggunakan mobil tangki. Mungkin ada juga di beberapa daerah lain,” jelasnya.
Walikota berharap, kondisi kemarau dan keterbatasan air baku dapat segera berakhir sehingga distribusi air bersih kepada masyarakat bisa kembali normal. “Tentunya kita berharap ini bisa cepat berlalu dan kondisinya cepat pulih lagi,” ujarnya.
Ia nemastikan, distribusi air bersih akan terus dilakukan hingga kondisi air baku kembali normal.
“Tentunya akan berlangsung seperti ini sampai keadaan nanti normal dan air bakunya normal. Setelah normal air bakunya, dirasa sudah tidak lagi seperti hal yang saat ini terjadi, karena air bakunya memang agak terbatas,” pungkasnya.
Sementara itu, warga Kelurahan Kuin Cerucuk Rahmadina, mengaku kondisi air ledeng di wilayahnya sudah mengalami gangguan sekitar satu bulan.
Air terkadang masih mengalir, namun debitnya kecil dan terasa asin sehingga tidak dapat digunakan untuk kebutuhan konsumsi.
“Sebulan yang lalu air ledeng di sini tidak jalan. Bisa juga jalan, cuma tidak deras keluarnya dan airnya asin,” ucapnya.
Dina berharap, airnya berjalan normal, tidak asin lagi, supaya tidak sulit untuk dikonsumsi. Ia menceritakan, sebelum mendapatkan bantuan, harus membeli air dari luar dengan harga sekitar Rp5 ribu per galon.
“Alhamdulillah, ada bantuan ini bisa teratasi untuk sehari-hari. Air ini digunakan untuk diminum dan untuk masak-masak di dapur,” tuturnya.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Amun yang mengaku, gangguan air bersih telah dirasakan sekitar tiga bulan, dengan kondisi air semakin asin dalam satu bulan terakhir.
“Sudah lama, sekitar tiga bulanan. Tapi yang parah ini sudah satu bulan lebih, airnya masin (asin) banget. Airnya tetap jalan, tapi asin dan tidak bisa diminum,” sebutnya.
Baginya, bantuan air bersih sangat membantu kebutuhan rumah tangga. Dalam sehari, keluarganya membutuhkan sekitar 50 liter air untuk berbagai keperluan.
“Alhamdulillah ada bantuan. Kami berterima kasih kepada semua petugas dan dinas-dinas yang membantu,” ujarnya.
Dijelaskannya, satu keluarga sekitar 50 liter setiap hari sudah cukup untuk mencuci sayur, ikan, beras, untuk minum dan masak-masak.
Kemudian distribusi bantuan air bersih dilakukan dua kali dalam sepekan. “Tidak setiap hari, seminggu dua kali, hari Kamis dan hari Minggu. Alhamdulillah cukup,” tukasnya.
Turut mendampingi dalam peninjauan, Sekdako Banjarmasin, Ichrom Muftezar, Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, Camat Banjarmasin Barat, Amrullah, jajaran Direksi dan Komisaris PAM Bandarmasih serta pihak terkait lainnya. (shn/smr)








