SEPUTARAN.ID, MARABAHAN – Desa Sampurna dan Desa Bahandang, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) banyak masyarakat yang masih terjebak banjir yang sudah menggenagi rumah-rumah lebih dari sebulan lalu.
Meski beberapa akses jalan darat sudah putus, warga terus bertahan dengan berharap air yang masih setinggi lutut orang dewasa sesegera mungkin surut.
Kepala Desa Sampurna Mukhtar pun lantas menyambut baik dan bersyukur atas kedatangan istri Gubernur Kalsel Hj Fathul Jannah Muhidin yang menyambangi desanya. “Alhamdulillah, saya ucapkan terimakasih kepada Ibu Hj Fathul Jannah yang begitu perhatian kepada masyarakat yang ada di kampung kami,” ucap usai menerima paket sembako, Kamis (15/1/2025) siang.
Di sela penyerahan bantuan, Hj Fathul Jannah Muhidin sempat berdialog langsung dengan masyarakat dan berharap banjir segera surut dan warga bisa beraktivitas. “Tentunya musibah banjir ini tidak kita harapkan, tetapi mari kita sama-sama tawakkal kepada Allah dan bersabar, semoga banjir ini cepat surut dan masyarakat kita bisa beraktifitas kembali seperti biasanya,” ucapnya.
Ia turut menyampaikan rasa prihatin atas kondisi masyarakat yang harus bertahan di tengah banjir berkepanjangan.
Menurutnya, bantuan sembako yang diberikan diharapkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama banjir belum surut.
Ia juga memastikan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Sebab, sudah menjadi intruksi Gubernur H Muhidin, agar pemerintah hadir terhadap warga yang terdampak musibah. “Walaupun bantuan ini tidak seberapa, mudah-mudahan bisa membantu dan bermanfaat bagi masyarakat. Insya Allah, pemerintah akan terus memperhatikan dan mencarikan solusi terbaik untuk penanganan banjir di wilayah ini,” ujarnya.
Sementara itu, Warsinah (48) warga Desa Sampurna terharu menyambut kedatangan istri Gubernur Kalsel. Sebab, tak menyangka mendapat perhatian langsung, mengingat kondisi banjir yang sudah berlangsung lama dan cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Banjir telah menyebabkan kesulitan dalam beraktivitas, mulai dari bekerja hingga anak-anak yang kesulitan bersekolah. Dengan adanya bantuan ini, warga disini merasa terbantu dan berharap banjir segera surut,” doanya.
Camat Jejangkit Ardian (51) mengatakan, Kecamatan Jejangkit memiliki 7 desa dengan 2200 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir dengan tingkat berbeda-beda. Dari jumlah tersebut, sebagian besar warga masih bertahan di rumah masing-masing karena keterbatasan tempat pengungsian serta masih memungkinkan untuk beraktivitas dengan segala keterbatasan.
Ardian menjelaskan, banjir yang melanda wilayah Kecamatan Jejangkit sudah berlangsung cukup lama akibat curah hujan tinggi dan luapan air sungai, sehingga menyebabkan sejumlah desa terendam hingga ketinggian air mencapai lutut bahkan pinggang orang dewasa. Kondisi tersebut turut berdampak pada akses transportasi, perekonomian warga, serta aktivitas pendidikan.
“Beberapa akses jalan darat sudah tidak bisa dilalui, sehingga masyarakat terpaksa menggunakan jukung sebagai sarana transportasi utama. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan provinsi untuk penanganan banjir serta penyaluran bantuan bagi warga terdampak,” ujar Ardian.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat Jejangkit, khususnya di Desa Sampurna dan Desa Bahandang.
Menurutnya, kehadiran langsung istri Gubernur Kalsel ini menjadi penyemangat tersendiri bagi warga yang tengah menghadapi musibah. “Ini menjadi bukti bahwa pemerintah hadir dan peduli terhadap kondisi masyarakat di daerah. Kami berharap bantuan seperti ini terus berlanjut sampai banjir benar-benar surut dan kondisi kembali normal,” tuturnya.
Ia menyatakan, pihaknya juga terus melakukan pendataan terhadap warga terdampak serta memantau kondisi lapangan guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Selain bantuan sembako, pihaknya juga mengupayakan bantuan kesehatan dan logistik lainnya, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil.
“Dengan adanya perhatian dari berbagai pihak, masyarakat Jejangkit berharap musibah banjir ini segera berakhir dan aktivitas kehidupan dapat kembali berjalan seperti sedia kala,” tukasnya. (smr)
