SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Walikota Cup Fire Fighter Competition 2026 Class Vacuum 2 Cylinder dalam rangka memperingati HUT ke-107 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan digelar, Jalan Anang Adenansi, Lapangan RTH Taman Kamboja, Kelurahan Kertak Baru Ulu, Kecamatan Banjarmasin Tengah.
Ajang ini dilaksanakan 26 April 2025 dan diikuti 140 peserta terdiri 128 orang peserta laki-laki dan 12 peserta perempuan.
Usai membuka kegiatan, Walikota Banjarmasin HM Yamin HR menuturkan, kegiatan ini memiliki makna lebih dari sekadar perlombaan.
Baginya, ini bukan juga sekadar lomba ketangkasan, tetapi bagian penting untuk memastikan kesiapsiagaan dan profesionalisme petugas kita tetap terjaga.
“Mereka adalah garda terdepan yang bertaruh nyawa demi keselamatan masyarakat,” ungkapnya Yamin, usai membuka Sabtu (25/4/2026).
Menurutnya, di lapangan itu setiap detik menjadi krusial. Sehingga, pada lomba ini peserta diuji dalam kecepatan merespons, kekompakan tim, hingga ketahanan fisik dan mental.
“Realitas ini mencerminkan kondisi sesungguhnya di lapangan di mana keterlambatan sekecil apa pun bisa berujung pada kerugian besar, baik harta benda maupun nyawa,” jelasnya.
Dalam konteks ini, kegiatan tersebut menjadi cermin kekuatan utama Damkar pengalaman, solidaritas tim, serta dedikasi tinggi dalam pelayanan publik.
Namun, dibalik kekuatan itu tantangan besar juga mengintai, yang mana pertumbuhan kota yang pesat, kepadatan permukiman, hingga akses jalan sempit menjadi hambatan serius dalam penanganan kebakaran.
Belum lagi keterbatasan sarana dan kebutuhan peningkatan teknologi yang terus berkembang. Kondisi ini membuka ruang evaluasi, kesiapan petugas saja tidak cukup tanpa dukungan sistem, infrastruktur dan kesadaran masyarakat.
Ia berharap, dari ajang ini menimbulkan sinergitas, kekompakan dan kolabari dalam penanganan bencana. “Momentum lomba ini sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas,” ucapnya.
Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin mendorong pemanfaatan teknologi, peningkatan pelatihan berkelanjutan, serta penguatan sinergi antara Damkar, relawan dan warga. “Ke depan, kita harus adaptif, teknologi harus dimanfaatkan, kapasitas harus ditingkatkan dan masyarakat harus dilibatkan dalam pencegahan sejak dari lingkungan rumah,” ujarnya.
Walikota juga menekankan, pentingnya transformasi dalam sistem penanggulangan kebakaran. Sebagai langkah konkret, Pemerintah mengajak masyarakat untuk mulai dari hal sederhana yakni memastikan instalasi listrik aman, tidak membakar sampah sembarangan dan membentuk sistem deteksi dini di Lingkungan masing-masing.
“Dengan pendekatan ini, perlindungan tidak hanya bertumpu pada Damkar, tetapi menjadi gerakan bersama,” tukasnya. (shn/smr)
