Site icon Seputaran.id

Usai Jalan Sehat Pagi Serap Aspirasi, DPRD Banjarmasin Publik Hearing Pemadaman Listrik Bergilir

Kegiatan Public Hearing DPRD Banjarmasin bertema pemadaman listrik bergilir. (foto : shn/seputaran)

SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjarmasin gelar kegiatan Jalan Sehat Pagi Serap Aspirasi kemudian disambung Publing Hearing bertemakan “Pemadaman Listrik Bergilir di Banjarmasin”, di Basement Gedung Baru DPRD Kota Banjarmasin, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat, memperoleh masukan, mengetahui penyebab, dampak dan langkah penanganan pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Banjarmasin, guna mewujudkan pelayanan kelistrikan yang lebih andal, berkualitas dan berkelanjutan.

Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Muhammad Isnaini bersyukur kegiatan terlaksana publik hearing dan jalan sehat pagi serap aspirasi dengan pihak PLN bisa terlaksana.

“Kita meminta informasi pemadaman listrik yang terjadi. Soalnya dari pemadaman listrik sangat merugikan masyarakat. Saya berharap pemadaman listrik jangan sampai berlarut-larut,” pintanya.

Isnaini juga meminta, warga Banjarmasin terdampak pemadaman listrik bergilir mendapatkan kompensasi dari pihak PLN. “Bicara kompensasi harusnya ke kerugian juga, tapi memang tidak ada dari PLN mengganti rugi baik sektor industri, rumah tangga, usaha dan lain sebagainya yang dirugikan akibat adanya pemadaman,” bebernya.

Terkait dengan pemakaian genset, ia menyebut, untuk harganya mahal dan bahan bakar sulit didapat. Lantas, dia pun mendesak, pihak PLN mempercepat penanganan dengan sebaik-baiknya, sehingga pemadaman listrik di awal-awal Agustus bisa selesai dan tidak ada lagi padam.

“Tentu janji perbaikan pihak PLN bakal ditagih, bila bergeser dari estimasi waktu yang telah dijanjikan,” tegasnya.

Sementara itu, Asisten Manager Bagian Jaringan dan Konstruksi PLN UP3 Banjarmasin Dedy Noveyusa menyebut, kondisi kelistrikan saat ini sistem berlangsung pulih.

“Dari 29 Juli 2026 durasi berkurang 3 hingga 4 jam dari sebelumnya 5 sampai 6 jam. Kemudian progres pembangkit mengalami kerusakan mulai berangsur pulih,” ungkapnya.

Dedy menyatakan, menampung aspirasi dan masukan dari masyarakat. Dan kompensasi yang diberikan kepada pelanggan terdampak akan dikoordinasikan dengan PLN Pusat dan Kementerian ESDM, yang memberikan regulasi kompensasi yang diberikan ke masyarakat

Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Banjarmasin Ichrom Muftezar menuturkan, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin mengapresiasi kegiatan dilakukan DPRD Banjarmasin. “Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar, banyak penjelasan apa yang menjadi penyebab pemadaman listrik bergilir dan kompensasi diterima oleh masyarakat dari pihak PLN,” tuturnya.

Ia menerangkan, gangguan pasokan listrik dipicu masalah teknis pada pembangkit Tanjung Power Indonesia dan SKS Listrik Kalimantan, ditambah pekerjaan pemeliharaan di PLTU Asam-Asam.

“PLN menyebut proses pemulihan di Tanjung Power Indonesia telah selesai. Sementara pemulihan di SKS Listrik Kalimantan ditargetkan rampung pada 5 Agustus 2026 dan pemeliharaan PLTU Asam-Asam dijadwalkan selesai pada 29 Agustus 2026,” tukasnya. (shn/smr)