SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Kondisi kebersihan dan tata kelola di Pasar Sentra Antasari menjadi perhatian. Sebab, tumpukan sampah dan area kumuh masih ditemukan di kawasan pasar tersebut.
Merespons kondisi tersebut, Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Banjarmasin Ichrom Muftezar menekankan, Perumda Pasar Banjarmasin agar lebih aktif dan konsisten dalam mengedukasi para pedagang mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pasar.
“Mungkin kami menekankan kepada Perumda Pasar untuk bisa mengedukasi, melakukan pembinaan terhadap para pedagang agar mereka bisa lebih peduli (aware) terhadap kebersihan, tata kelola pasar, dan manajemennya. Sehingga kita sebagai masyarakat Kota Banjarmasin bisa membanggakan pasar terbesar yang dimiliki ini,” katanya, Kamis (15/10/2026).
Ia mengimbau, seluruh pedagang untuk menaati peraturan yang diterbitkan Perumda Pasar, demi kenyamanan bersama, baik bagi pedagang maupun pembeli.
“Kami mengimbau kepada para pedagang agar aturan yang dikeluarkan kawan-kawan Perumda Pasar bisa ditaati. Kita mengatur bukan untuk mengotak-ngotakkan atau mengurangi rezeki, melainkan ingin menata agar semuanya lebih baik dan nyaman untuk pengunjung maupun pedagangnya sendiri,” ujarnya.
Sementara Direktur Perumda Pasar Banjarmasin, Abdan Syakura menyampaikan, pihaknya menjadikan persoalan kebersihan, khususnya di Blok Sayur, sebagai fokus penanganan utama.
“Persoalan kebersihan menjadi konsen paling penting sebagaimana arahan Pak Sekda. Kami telah melakukan edukasi kepada para pedagang untuk melakukan pemilahan sampah organik dan non-organik agar kebersihan dan keindahan area pasar tetap terjaga,” sebutnya.
Ia mengatakan, sekitar 250 pedagang PKL yang berjualan di area bawah akan direlokasi ke lantai atas, tepatnya di area bekas terminal (eks terminal).
“Tentu kita ingin mengembalikan fungsi area bawah khusus sebagai akses jalan keluar-masuk kendaraan roda dua dan roda empat, serta memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki,” ucapnya.
Saat ini pembersihan lahan di area eks terminal telah mencapai 100 persen. Pihak pengelola sedang melakukan perbaikan fisik bangunan, perbaikan atap bocor, serta penyediaan fasilitas umum seperti toilet/MCK.
Relokasi ditargetkan kemungkinan mulai terealisasi pada awal 2027 mendatang, setelah seluruh perbaikan dan sosialisasi tuntas
“Rencana relokasi ke atas ini insya Allah lebih representatif. Akses bongkar muat barang menggunakan armada pick-up juga jauh lebih mudah dibanding di bawah. Sosialisasi sudah berjalan dan jika bangunan atas sudah siap, baru pedagang kita arahkan menempati lokasi baru tersebut,” tukasnya.(shn/smr)
