Site icon Seputaran.id

Tiadakan 6 Event di Momen Harjad Banjarmasin, Disbudporapar Kembalikan Anggaran ke TAPD

Kepala Disbudporapar Banjarmasin Ibnu Sabil. (foto : shn/seputaran)

SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin tiadakan enam event atau kegiatan. Diantaranya Phoria Musik, Cangkurah, BIEF, Festival Jukung Hias Tanglong, Banjarmasin Art Week (BAW) dan Festival Kuliner.

Keputusan diambil sebagai bentuk solidaritas, kepedulian dan rasa kemanusiaan terhadap beberapa rentetan bencana alam.

Yakni Gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan, Tenggelam KM Virgo Transport 8.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin Ibnu Sabil menuturkan, atas beberapa rentetan musibah itu Disbudporapar Banjarmasin meniadakan event atau kegiatan dan memohon maaf.

“Hal ini baik diambil, karena lagi di masa berduka seperti ini, rasa empati perlu,” ujarnya.

Adapun kegiatannya, yakni Phoria Musik, Cangkurah, Banjarmasin International Ekraf Festival (BIEF), Festival Jukung Hias Tanglong, Banjarmasin Art Week (BAW) dan Festival Kuliner. “Sesuai arahan pimpinan meniadaakan kegiatan tersebut,” katanya saat ditemui awak media di Kantor Disbudporapar, Jumat (18/9/2026).

Ia menyatakan, Disbudporapar mendukung sepenuhnya keputusan yang diambil oleh Walikota Banjarmasin H M Yamin HR terkait meniadakan kegiatan bersifat hiburan dan kemeriahan.

Pihaknya juga telah merapatkan internal dan akan mensosialisasikan ke pihak terkait dari beberapa kegiatan tersebut.

Semenjak disiarkannya peniadaan kegiatan hiburan dalam rangkaian Harjad ke-500 Tahun Banjarmasin membuat banyak peserta yang terkejut.

Pasalnya, berbagai persiapan telah dilakukan peserta untuk mengikuti event yang sebelumnya dijadwalkan menjadi bagian dari perayaan lima abad Banjarmasin.

Maka dari itu, ia mengimbau masyarakat terutama peserta untuk bisa memahami kondisi yang sedang terjadi. Suasana duka akibat berbagai insiden dan musibah menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam mengambil keputusan tersebut.

“Semuanya sebenarnya menginginkan momen Harjad ke-500 tahun ini dengan meriah. Tapi dengan kondisi yang ada ini, sangat tepat dengan statment yang disampaikan oleh Wali Kota Banjarmasin,” jelasnya.

Sementara terkait anggaran yang telah disiapkan untuk kegiatan hiburan rangkaian Harjad, Disbudporapar Banjarmasin memastikan dana tersebut sudah dikembalikan ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Dengan adanya pembatalan dan hal-hal sebagainya. Anggaran tentunya kami kembalikan ke TAPD dan itu tidak digunakan untuk yang lain,” tukasnya. (shn/smr)