Site icon Seputaran.id

Tertinggi di Kalsel, Angka Pengangguran di Banjarmasin Capai 21.851 Orang

Kepala Diskopumker Banjarmasin Machli Riyadi. (foto : shn/seputaran)

SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Angka pengangguran di Banjarmasin menjadi yang tertinggi di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskopumker) Banjarmasin mencatat jumlah pengangguran terbuka mencapai sekitar 21.851 orang atau 6,48 persen dari angkatan kerja usia produktif.

“Di Kalsel hanya 4,45 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang berada di angka 4,1 persen,” ujar Kepala Diskopumker Banjarmasin Machli Riyadi.

Ia menuturkan, pemerintah menyiapkan berbagai strategi guna menekan angka pengangguran. Salah satunya melalui penguatan program pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

“Selain itu, sesuai arahan Walikota Banjarmasin, seluruh perusahaan diwajibkan melaporkan setiap lowongan pekerjaan kepada Diskopumker, agar pemerintah dapat mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara lebih efektif,” tuturnya, Jumat (10/7/2026)

Tujuannya Diskompuker Banjarmasin memfasilitasi, agar pencari kerja dapat mengetahui lowongan kerja dan bisa direkrut menjadi tenaga kerja.

“Kami memfasilitasi proses rekrutmen secara gratis. Seperti kerja sama dengan PT Mas Murni untuk kebutuhan tenaga keamanan dan customer service,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, dalam waktu dekat akan ada kerja sama rekrutmen dengan salah satu perguruan tinggi yakni UIN Antasari.

“Diperkirakan akan banyak dan cukup besar jumlah tenaga kerja direkrut, sekitar Agustus 2026,” bebernya.

Apalagi ada korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 102 orang dari Januari hingga Juni 2026. Selain itu, pihaknya juga mendorong untuk membuka usaha mandiri melalui berbagai program pelatihan kewirausahaan yang disiapkan pemerintah.

Korban PHK terjadi di berbagai sektor, mulai dari layanan kesehatan, industri garmen, hingga sektor usaha lainnya.

“Tentu tugas kami dan pemerintah bertanggung jawab untuk menekan angka pengangguran yang ada di Banjarmasin,” tukasnya. (shn/smr)