Site icon Seputaran.id

Tapin Genjot Kualitas Inovasi Daerah

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappelitbang Tapin Mahdiati. (foto : istimewa)

SEPUTARAN.ID, RANTAU – Sepanjang 2025, sebanyak 179 inovasi tercatat, namun baru 65 inovasi yang dinilai telah berjalan optimal dan memenuhi standar kualitas. Sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapin terus memacu peningkatan kualitas inovasi daerah

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappelitbang Tapin Mahdiati, mengungkapkan inovasi yang sudah berjalan tersebut dinilai cukup baik dari sisi sistem maupun pertanggungjawaban. “Yang belum bisa dilaporkan karena masih tahap uji coba dan implementasi. Jadi memang masih menjadi pekerjaan rumah,” ujarnya.

Menurutnya, monitoring lanjutan akan dilakukan terhadap inovasi yang sudah berjalan namun belum memenuhi indikator kualitas. Evaluasi dijadwalkan berlangsung pekan depan guna memastikan setiap inovasi mampu bersaing dalam penilaian tingkat nasional.

Mahdiati menegaskan, target pimpinan daerah jelas, yakni menjadikan Tapin sebagai daerah terinovatif. Karena itu, inovasi yang sudah ada tidak hanya sekadar berjalan, tetapi juga harus memenuhi standar penilaian yang ditetapkan.

Ia menyebut, terdapat sejumlah kendala dalam pengembangan inovasi. Di antaranya lambannya peningkatan kualitas oleh inovator serta keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dalam melengkapi 20 indikator penilaian, dengan nilai maksimal 111 poin.

“Memang tidak mudah, karena indikatornya cukup banyak. Tapi ini harus kita kejar bersama,” tegasnya.

Sebagai bentuk pendampingan, Bappelitbang Tapin rutin membuka Pojok Fasilitasi Inovasi setiap hari Rabu di kantor Bappelitbang. Fasilitas tersebut menjadi ruang konsultasi bagi inovator untuk melengkapi regulasi, dokumen, hingga indikator penilaian.

Dari sisi regulasi, Pemkab Tapin juga tengah menggodok Peraturan Daerah (Perda) tentang Inovasi yang ditargetkan rampung tahun ini. Regulasi tersebut diharapkan menjadi payung hukum sekaligus penguat budaya inovasi di lingkungan pemerintah daerah.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Bappelitbang Tapin menargetkan minimal 50 persen inovasi yang dikirim ke tingkat nasional mampu meraih nilai maksimal 111 poin. “Kami optimistis, dengan pendampingan sejak awal dan penguatan kualitas, target itu bisa tercapai,” pungkasnya. (smr)