Site icon Seputaran.id

SMSI Kalsel Gandeng LUKW Universitas Prof DR Moestopo Beragama Gelar UKW

Para wartawan yang mengikuti UKW SMSI Kalsel dan LUKW Universitas Prof DR Moestopo Beragama. (foto : shn/seputaran)

SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggandeng Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) se-Kalselteng.

UKW ini diikuti 33 wartawan dari Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng). Kegiatan selama dua hari dari 8-9 Agustus 2026 di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin. Ini merupakan UKW angkatan ke-71 yang telah dilaksanakan. Dan di Kalsel telah ada 3 kali dilaksanakan.

Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Banjarmasin Ichrom Muftezar menuturkan, dengan adanya kegiatan UKW ini bisa mencetak insan pers yang profesional, berkarakter dan berintegritas.

Mengingat, pers sangat diperlukan dalam rangka memberikan informasi apapun kepada masyarakat. Baik itu terkait kebijakan pemerintah, ekonomi, sosial dan lainnya.

“Makanya selalu ada kolaborasi dilakukan, baik itu dari pemerintah dan media. Harapannya kegiatan berjalan lancar dan dapat mencetak insan pers yang luar biasa,” katanya.

Sementara itu, Ketua SMSI Kalsel Anang Fadilah menuturkan, kegiatan UKW se-Kalselteng bersama LUKW Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta ini, diikuti 33 wartawan, terdiri jenjang UKW Utama, Madya dan Muda.

“Insya Allah nantinya bakal menjadi agenda tahunan. Harapannya wartawan yang ada di Kalsel bisa berkompeten, profesional dan berintegritas,” sebutnya.

Wakil Ketua LUKW Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Retno Intani ZA menuturkan, UKW ini kuncinya pada jenjang Muda, sebab itu operasional pelaksanaan tugas di lapangan. Kemudian jenjang Madya yang bertugas mengkoordinasi liputan. Sedangkan jenjang Utama terkait manajemen, kebijakan dan strategi.

“Harapannya kepada wartawan mengikuti UKW, dinyatakan lulus kompeten dan dengan standar yang telah ada. Setelah itu diharapkan, ketika bekerja integritasnya lebih kokoh atau kuat dengan perkembangan dunia dibanding sebelum mengikuti kegiatan tersebut,” ucapnya.

Retno mengingatkan, jadi wartawan tidak berlarut diri, tapi ada kejernihan muncul dalam penulisan berita tanpa mengeluarkan opini yang dapat menyesatkan dalam pemberitaan.

“Tetapi justru ada pemilihan kata membuat cerah masyarakat pemberitaan yang dibagikan,” tukasnya. (shn/smr)