SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Kabut asap mulai masuk Banjarmasin, ditengarai kiriman dari kabupaten lain di Kalimantan Selatan (Kalsel), yakni Banjar, Banjarbaru, hingga Tanah Laut (Tala).
Imbas masuknya kabut asap, selain penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Juga ada diare menjadi ancaman di tengah musim kemarau. Dikutip data Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, sebanyak 827 kasus diare di Juni 2026.
“Kasus diare mengalami peningkatkan Juli 2026. Pada Juli terdapat 945 kasus dalam sebulan,” ungkapnya Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin Yanuar Diansyah, Rabu (12/8/2026).
Penderita diare di Banjarmasin mayoritas anak-anak, yang diakibatkan konsumsi jajanan sembarangan dan yang terpapar debu. “Di musim kemarau ini juga terjadi penurunan kualitas air baku, yang saat ini diketahui terjadi kenaikan kadar garam,” bebernya.
Mengantisipasi lonjakan pasien, Dinkes Banjarmasin telah mengeluarkan Surat Kewaspadaan Dini Penyakit ISPA dan Diare kepada seluruh Puskesmas agar siap siaga memberikan pelayanan kesehatan. “Agar masyarakat lebih mudah mendapatkan pertolongan pelayanan kesehatan,” imbuhnya.
Terkait langkah pencegahan mandiri, warga diimbau mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk menjaga imunitas tubuh. Kemudian, mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama saat terjadi kabut asap.
“Selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan menjaga kebersihan makanan, jajanan dan sumber air minum,” harapnya.
Pihaknya tetap mengimbau masyarakat tetap waspada, jangan suka jajan makanan sembarangan dan menerapkan pola hidup sehat. “Meski kasus dibilang stabil saja, tetap diminta berhati-hati,” tukasnya. (shn/smr)
