SEPUTARAN.ID, RANTAU – Bupati Tapin Yamani membuka secara resmi Forum Konsultasi Publik (FKP) penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tapin Tahun 2027, Kamis (8/1/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tapin Juanda, Pj Sekda Tapin Unda Absori, jajaran perangkat daerah, pemangku kepentingan, hingga perwakilan masyarakat.
Dalam sambutannya, Yamani menegaskan bahwa Forum Konsultasi Publik merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Hal itu sesuai amanat Pasal 80 ayat (1) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017, di mana rancangan awal RKPD dibahas bersama perangkat daerah dan para pemangku kepentingan.
“Forum ini menjadi langkah awal untuk menghimpun aspirasi, saran, masukan, dan harapan seluruh pemangku kepentingan terhadap prioritas dan sasaran pembangunan Kabupaten Tapin tahun 2027,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tahun 2027 merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMD Kabupaten Tapin 2025–2029. Karena itu, RKPD 2027 akan menjadi pedoman dalam penyusunan KUA-PPAS dan APBD, sehingga konsistensi dan sinkronisasi terhadap tujuan, sasaran, serta prioritas pembangunan daerah menjadi sangat penting.
Pada kesempatan tersebut, Yamani juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan selama satu tahun kepemimpinannya bersama Juanda.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Tapin meningkat menjadi 74,98 poin dengan kategori tinggi. Angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 2,91 persen, sementara laju pertumbuhan ekonomi hingga kuartal III 2025 mencapai 4,26 persen. Ketimpangan pendapatan atau gini rasio pun terus menurun hingga berada di angka 0,236 poin.
Di bidang tata kelola keuangan, Pemerintah Kabupaten Tapin kembali mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Pada aspek akuntabilitas kinerja, Tapin meraih predikat BB atau sangat baik. Implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) mencatat indeks 3,95 dengan kategori sangat baik, serta Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dengan indeks 3,53 atau terdefinisi baik.
“Capaian lainnya, Tapin memperoleh predikat kabupaten sangat inovatif melalui Indeks Government Award, predikat daerah berkinerja baik dalam penurunan stunting, serta Mandaya Award pada bidang pemberdayaan dan perlindungan sosial,” tambahnya.
Menurut Yamani, berbagai capaian tersebut merupakan hasil kebersamaan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan serta menjalankan program pembangunan daerah.
“Saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh masyarakat dan jajaran Pemerintah Kabupaten Tapin atas kontribusi nyata dalam mendorong kemajuan daerah,” tuturnya.
Ia pun berharap seluruh peserta Forum Konsultasi Publik dapat aktif memberikan saran dan masukan, dengan tetap memperhatikan arah kebijakan nasional serta kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. “Saya berharap forum ini dapat diikuti dengan baik, sehingga rumusan arah kebijakan dan skala prioritas pembangunan tahun 2027 benar-benar bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tapin,” pungkasnya. (smr)
