SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin sudah meluncurkan 1.582 agen 3R (reduce, reuse, recycle) untuk mengatasi sampah rumah tangga langsung di tingkat RT.
Nah, di tengah kondisi Banjarmasin darurat sampah dan fokus penanganan sampah, Anggota DPRD Banjarmasin Hari Kartono meminta, agen 3R untuk bekerja maksimal. Dan warga mengawasi kinerja agen 3R di lingkungan RT masing-masing.
“Jangan sampai agen 3R ini hanya makan gaji buta, tanpa kerja. Sebab mereka digaji Rp500 ribu tiap bulan,” tegas Politisi Gerinda ini, saat reses di Blok Batu Virus, Sungai Andai, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan, agen 3R ini dibentuk untuk mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA.
Selain itu, agen 3R ini berperan dan bertindak sebagai penggerak di lingkungan RT, mengedukasi warga, dan memfasilitasi pemilahan sampah organik dan anorganik.
“Atau menerapkan Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang) di persampahan skala rumah tangga,” sebutnya.
Dengan begitu, residu sampah yang dibuang ke TPA menjadi minim. Mengingat, saat ini infonya TPA Banjar Bakula juga akan ditutup dan tidak menerima pembuangan sampah, termasuk dari Banjarmasin. Sementara, TPA Basirih juga masih belum bisa dioperasi secara maksimal.
Oleh karena itu, ia sekali lagi mendorong, agen 3R bekerja optimal untuk penanganan sampah di lingkungannya masing-masing. “Sebab agen 3R ini adalah ujung tombak penanganan sampah di tingkat masyarakat langsung,” sebutnya.
Pada reses itu, Hari Kartono menyebut, warga juga banyak memberikan usulan, seperti penambahan penerangan jalan umum (PJU) agar program CCTV Pemko Banjarmasin bisa berjalan maksimal.
“Ada juga soal penanganan banjir, bantuan sosial dan lainnya. Aspirasi ini telah kita tampung dan akan segera disampaikan ke instansi terkait,” tukasnya. (smr)
