Site icon Seputaran.id

Program UMARA Kolaborasi Pemko Banjarmasin dan Bank Kalsel, Siapkan Akses Modal Capai Rp 150 Juta

Penyerahan secara simbolis pinjaman UMARA Pemko Banjarmasin - Bank Kalsel oleh Wakil Walikota Banjarmasin Hj Ananda kepada pelaku UMKM. (foto : shn/seputaran)

SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Sebanyak 120 pelaku UMKM mengikuti sosialisasi Permodalan Program Prioritas Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin, yakni Usaha Mikro Maju Sejahtera (UMARA) di Aula Banjarmasin Creative Hub (BCH), Rabu (24/6/2026).

Sosialisasi UMARA itu dalam rangka mendukung 22 program prioritas Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin.

Diketahui Program UMARA, merupakan kerja sama Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin dan Bank Kalsel untuk menghadirkan skema pembiayaan yang lebih mudah, aman dan terjangkau bagi pelaku UMKM. Dengan platform pinjaman hingga Rp150 juta.

Ini juga sebagai upaya Pemko Banjarmasin memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, sekaligus mendorong penguatan kapasitas usaha agar lebih maju, mandiri dan berdaya saing.

Wakil Walikota Banjarmasin Hj Ananda mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kepada Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskopumker) Banjarmasin atas terselenggaranya kegiatan ini.

Mengingat, ini menjadi sarana bagi para pelaku usaha untuk terus mewujudkan komitmennya dalam mengembangkan usaha dan kapasitas.

Baginya, keberadaan pelaku UMKM berkontribusi besar terhadap pertumbuhan perekonomian daerah. Baik itu melalui penciptaan lapangan pekerjaan, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ketahanan ekonomi di tengah berbagai tantangan.

Namun demikian, salah satu kendala yang masih dialami pelaku UMKM oleh keterbatasan akses terhadap permodalan.

“Soalnya banyak usaha memiliki potensi untuk berkembang akan tetapi belum dapat tumbuh secara optimal oleh keterbatasan permodalan usaha.Kemudian kurangnya informasi sumber pembiayaan dan belum terpenuhi persyaratan administrasi dibutuhkan,” tuturnya.

Oleh karena itu Pemko Banjarmasin terus berupaya untuk menghadirkan berbagai program yang dapat membantu pelaku UMKM memperoleh akses modal usaha lebih mudah, aman dan terjangkau.

“Salah satunya melalui UMARA ini hasil kerja sama Pemko Banjarmasin dengan Bank Kalsel,” ucapnya.

Program ini wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor usaha mikro, agar semakin maju dan lebih berdaya saing.

Diharapkan program ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar dan mengembangan usaha secara berkelanjutan.

Selain memahami akses permodalan, Hj Ananda juga mengajak, seluruh pelaku UMKM untuk terus meningkatkan literasi keuangan dan tata kelola usaha yang baik dari pembiayaan diperoleh digunakan secara produktif, pengelolaan keuangan tertib dan perencanaan usaha yang matang. Sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan omzet dan kesejahteraan keluarga.

“Semoga para pelaku UMKM mendapatkan informasi yang komprehensif mengenai berbagai kebijakan pemerintah terkait pembiayaan UMKM, program UMARA dan pengelolaan keuangan secara sederhana namun efektif,” jelasnya.

Ia menginginkan, sosialisasi ini dapat memberikan manfaat besar dan langkah nyata dalam mendorong UMKM Banjarmasin, agar semakin kuat, naik kelas dan mampu menjadi penggerak utama perkonomian daerah.

“Kepada para pelaku UMKM. Program UMARA ini slotnya terbatas, jadi memang benar perlu akses modal dan niat dipergunakan memajukan usaha, bukan untuk kepentingan lain, karena itu dimohon benar niat usaha dilakukan agar berjalan lancar,” ingatnya.

Sementara itu, Kepala Diskopumker Banjarmasin Machli Riyadi menuturkan, kegiatan sosialisasi ini sebagai bagian dari implementasi program prioritas Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin yakni UMARA.

Kegiatan ini bertujuan memberikan akses permodalan kepada pelaku UMKM, secara selektif sesuai ketentuan yang telah disepakati bersama Bank Kalsel.

“Salah satu keunggulan program tersebut adalah skema pinjaman tanpa bunga, karena beban bunga ditanggung oleh pemerintah daerah,” terangnya.

Dengan demikian, pelaku usaha diharapkan dapat lebih ringan dalam mengakses modal usaha untuk pengembangan usahanya.

Melalui program prioritas ini, Machli berharap, UMKM di Banjarmasin bisa semakin maju, naik kelas dan memiliki daya saing, bukan hanya di tingkat regional tetapi lebih luas lagi ke Internasional.

“Soalnya ada yang telah tembus pasar Internasional, semoga kesempatan itu bisa dimanfaatkan dan menjadi motivasi pelaku UMKM lainnya,” ucapnya.

Saat ini jumlah UMKM di Banjarmasin yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) mencapai 59.193 unit usaha.

“Jadi tentu tidak seluruhnya dapat difasilitasi sekaligus, sehingga pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

Ia menyampaikan, terkait besaran pinjaman, platform maksimal yang saat ini disiapkan mencapai Rp150 juta. Namun, besaran tersebut masih akan dievaluasi kembali mengingat tingginya minat dan jumlah pemohon yang terus bertambah.

“Jadi tentu akan kita tinjau kembali dan sampaikan kepada Walikota untuk kebijakan lebih lanjut,” paparnya.

Prinsipnya, kata dia, karena program ini tanpa bunga, maka harus ada pemerataan bagi seluruh UMKM yang memenuhi syarat.

Hingga saat ini sudah terdapat 12 pelaku UMKM yang mengajukan permohonan pembiayaan melalui Program UMARA. Namun seluruh pengajuan tersebut masih dalam proses seleksi sesuai persyaratan yang berlaku.

“Tentu ada yang lolos dan ada yang tidak, karena beberapa syarat harus dipenuhi, misalnya tidak sedang memiliki pinjaman di bank lain, tidak memiliki riwayat kredit macet, usaha minimal sudah berjalan enam bulan, memiliki NIB, serta memiliki tempat usaha sendiri atau setidaknya usaha yang jelas keberlangsungannya,” ujarnya.

Bagi pelaku UMKM yang belum memenuhi, silakan datang ke layanan MPP dan pihak
Diskopumker siap memfasilitasi.

“Melalui sosialisasi ini, semoga para pelaku usaha mikro bisa memanfaatkan semakin banyak dan difasilitasi setiap tahunnya,” katanya.

Kepala Bidang Pemasaran Bank Kalsel Cabang Utama Banjarmasin Pradoni Akbar menuturkan, Bank Kalsel berkomitmen dan menjalin kerja sama secara spesifik khususnya berkaitan dengan pelaku UMKM di Banjarmasin.

Ia memastikan, Program UMARA yang diberikan kepada pelaku UMKM untuk fasilitas pinjaman hingga Rp150 juta.

“Jadi wajib dibayarkan para pelaku UMKM hanya setiap bulan hanya angsuran pokok dan beban bunga ditanggung oleh pemerintah daerah,” ucapnya.

Pradoni menjelaskan, mengenai teknisnya, akan dilakukan survei dan analisa kelayakan usaha.

“Jika sesuai dan layak masuk prosedur bank maka akan diberikan persetujuan dan akan dicairkan pembiayaannya,” ujarnya.

Dia melanjutkan, pagu anggaraan UMARA ini Rp 3 miliar dalan satu tahun. Dengan berbagai macam platform kredit yang diberikan ke pelaku UMKM. “Soalnya tergantung kelayakan usahanya yang bervariasi,” ucapnya. .

Sejauh ini minat pelaku UMKM banyak sekali terhadap program ini, dan telah ada beberapa melakukan pengajuan. Dan saat kegiatan juga sudah diserahkan secara simbolis pinjaman UMARA kepada beberapa pelaku UMKM.

“Mudah-mudahan dari pelaku UMKM ikut sosialisasi ini bisa bertambah lagi mengajukan,” tukasnya. (shn/smr)