Site icon Seputaran.id

PMI Banjarmasin Minta Warga Tak Cari Darah Secara Mandiri

Pendonor saat mendonorkan darah ke PMI Banjarmasin. (foto : shn/seputaran)

SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Kebutuhan darah bagi pasien di Rumah Sakit (RS) kerap menjadi perhatian keluarga dalam situasi mendesak, tidak sedikit masyarakat memilih mencari pendonor dengan menyebarkan informasi permintaan darah melalui berbagai grup media sosial (medsos) maupun aplikasi pesan.

Namun langkah tersebut dinilai tidak selalu menjadi solusi terbaik, selain berpotensi menimbulkan informasi yang tidak akurat dan penyebaran permintaan darah secara luas juga dikhawatirkan dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Banjarmasin dr Aulia Ramadhan Supit mengimbau, masyarakat agar langsung mengajukan surat permintaan darah ke PMI, apabila membutuhkan transfusi darah untuk pasien.

“Jadi kalau stok memang tidak stabil, sebaiknya warga jangan share di grup, tapi masuklan saja surat permintaannya ke PMI dan kami yang akan mencarikan,” ujarnya.

Sebab, kata dia, PMI Banjarmasin memiliki basis data pendonor yang cukup besar, sehingga dapat membantu mencarikan calon pendonor sesuai kebutuhan pasien.

“Kami punya data pendonor hampir 100 ribu orang untuk semua golongan darah. Daripada nanti malah dimanfaatkan oleh oknum untuk diperjual belikan atau dijadikan uang oleh calo darah,” katanya.

Ia menyebut, masyarakat tidak perlu khawatir terkait biaya darah, karena pelayanan darah saat ini telah ditanggung melalui program jaminan kesehatan yang berlaku sesuai ketentuan.

“Jadi darah sekarang sudah ditanggung oleh BPJS, tidak lagi berbayar,” terangnya.

Mekanisme yang paling tepat adalah keluarga pasien menyerahkan surat permintaan dari RS kepada PMI. Selanjutnya, petugas PMI akan membantu proses pencarian dan penyediaan darah sesuai kebutuhan medis pasien.

“Jangan sampai keperluan pasien dimanfaatkaan oleh oknum, karena itu biar kami saja yang mencarikan darahnya. Dan keluarga pasien tinggal memasukkan surat permintaan dari RS ke kami,” jelasnya.

Selain itu, tidak jarang informasi pencarian darah yang beredar di masyarakat sebenarnya sudah tidak relevan, karena kebutuhan pasien telah terpenuhi atau stok darah sudah tersedia di PMI.

“Karena juga kadang yang dishare ternyata terlambat, padahal kami sudah ada persediaan darahnya,” tuturnya.

Bahkan, terdapat kasus ketika keluarga pasien lebih dulu mencari pendonor secara mandiri, sementara proses administrasi dan pengiriman sampel darah pasien ke PMI belum dilakukan.

“Ada juga yang surat permintaannya belum masuk ke PMI, tapi sudah mencari darah secara pribadi, padahal stok di PMI ada. Surat dan sample darah pasien masih belum dimasukan ke kami,” bebernya.

Di sisi lain, ketersediaan stok darah memang bersifat dinamis. Hal itu dipengaruhi tingginya kebutuhan darah dari sejumlah RS di Banjarmasin dan sekitarnya.

Meski demikian, PMI terus berupaya menjaga ketersediaan stok melalui berbagai kegiatan donor darah serta pelayanan kepada masyarakat.

“Pendonor ada saja datang dan kami juga sudah memaksimalkan kegiatan donor darah, tapi permintaannya memang betambah banyak. Insya Allah kami bisa cepat untuk mengatasinya,” tukasnya. (shn/smr)