SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjarmasin, angka inflasi April 2026 tercatat mencapai 3,62 persen.
Kondisi itu dinilai berpotensi memberikan tekanan terhadap ekonomi Rumah Tangga, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melakukan mitigasi dengan menghadirkan bahan pokok (bapok) bersubsidi, agar masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani lonjakan harga pasar yang terus meningkat.
“Dengan Pasar murah, bukan hanya kegiatan rutin, tetapi langkah nyata Pemerintah Daerah untuk menjaga masyarakat agar tidak terdampak langsung oleh kenaikan harga bahan pokok,” ungkap Yamin.
Menurutnya, pengendalian inflasi harus dilakukan melalui tindakan cepat dan menyentuh kebutuhan warga secara langsung. Dan kestabilan harga pangan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kondisi ekonomi daerah tetap aman dan terkendali.
Kehadiran komoditas pangan dengan harga stabil ini dinilai mampu mengurangi tekanan pengeluaran rumah tangga masyarakat, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan konsumsi pada momentum hari besar keagamaan.
“Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Banjarmasin dalam menjaga kestabilan pasokan pangan di tengah tingginya permintaan pasar,” ucapnya.
Ia mengatakan, pemerintah menyadari, ancaman inflasi tidak hanya dipengaruhi kenaikan harga, tetapi juga distribusi barang yang tidak stabil dan potensi kelangkaan komoditas tertentu.
Sehingga pengawasan distribusi, pemantauan harga pasar, hingga penguatan koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha terus diperketat agar masyarakat tetap memperoleh akses pangan dengan harga yang wajar.
Walikota Yamin meminta, seluruh perangkat daerah terkait untuk menjadikan pengendalian inflasi sebagai perhatian serius dan berkelanjutan, bukan hanya dilakukan pada momentum tertentu.
“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Pemerintah melalui program yang membantu kebutuhan mereka secara langsung,” tuturnya.
Ia menyatakan, stabilitas harga harus dijaga agar ekonomi masyarakat tetap kuat. “Dengan adanya kegiatan seperti itu, Pemko Banjarmasin tidak hanya berupaya menekan laju inflasi, tetapi juga membangun rasa aman masyarakat dalam menghadapi dinamika ekonomi yang terus berubah,” tukasnya. (shn/smr)
