SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Maraknya kenakalan remaja menjadikan serius Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin dan bergerak cepat mengambil tindakan guna melakukan pembinaan.
Beberapa waktu lalu, kembali viral di media sosial (medsos) aksi para remaja yang membawa sajam di kawasan jembatan Banua Anyar, Jalan Pangeran Hidayatullah, Kecamatan Banjarmasin Timur, aksi itu diduga saat akan melakukan tawuran.
Salah satu langkah yang coba diambil Pemko Banjarmasin, menerapkan cara yang sudah dilakukan Gubernur Jawa Barat, yaitu menempatkan para anak maupun remaja bermasalah itu ke barak untuk diberikan pembinaan.
Walikota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR menuturkan, Pemko Banjarmasin sudah melakukan pertemuan dengan Forkopimda yang di wakili oleh Wakil Walikota Banjarmasin Hj Ananda.
“Salah satu hal yang dibahas yakni upaya pembinaan terkait masalah remaja bermasalah di Banjarmasin yang saat ini kian marak terjadi,” ujarnya.
Ia prihatin dengan situasi yang terjadi saat ini. perilaku menyimpang yang melibatkan remaja sudah tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan biasa.
“Kondsi Banjarmasin saat ini sangat memprihatinkan, dimana anak muda yang kadang tengah malam habis balap-balapan, ada bawa sajam dan sebagainya,” ungkap Yamin, saat ditemui di Taman Edukasi Satwa Jahri Saleh, Kamis (7/5/2026).
Ia pun mengapresiasi, langkah cepat aparat kepolisian yang bergerak mengamankan para remaja yang terlibat dalam aksi tersebut.
Kemudian penegakan hukum harus diiringi dengan langkah pembinaan agar para remaja tidak kembali terjerumus.
Pendekatan pembinaan menjadi hal penting untuk membentuk kembali karakter dan kedisiplinan para remaja yang terlibat perilaku negatif.
Karena itu, Pemko Banjarmasin mulai membahas kemungkinan pelaksanaan pendidikan kedisiplinan di lingkungan militer seperti Rindam.
“Jadi mereka harus diberikan pendidikan dan pembinaan. Ini akan kami bicarakan lagi dengan pihak TNI dan Polri,” ujarnya.
Konsep pembinaan tersebut bukan bertujuan menghukum, melainkan membentuk mental, disiplin dan rasa tanggung jawab generasi muda sebagai penerus daerah.
“Bagaimana anak-anak yang melakukan tindakan kurang bagus seperti tawuran ini untuk diberikan sanksi pembinaan di Rindam, buat diajarkan fungsi sebagai pemuda, bahwa mereka itu adalah generasi penerus harapan Banjarmasin,” jelasnya.
Meski demikian, rencana tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait kesiapan anggaran.
Ia menyampaikan, wacana pembinaan ala barak sebenarnya sudah pernah dibahas sejak 2025 lalu, namun belum masuk dalam penganggaran murni 2026.
Menurut dia, Pemko Banjarmasin akan kembali melakukan koordinasi lintas sektor guna mempersiapkan skema pembiayaan apabila program tersebut benar-benar direalisasikan.
“Karena mendidik anak-anak itu tentunya kita harus memberi makan, tempat tinggal yang layak dan juga materi pendidikannya,” tukasnya. (shn/smr)
