SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Revitalisasi dan penataan ruang publik terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin. Salah satunya Siring Menara Pandang dan Alun-Alun Taman Kamboja yang menjadi wajah Kota Banjarmasin.
Penataan dilakukan untuk menciptakan kawasan yang lebih tertib, nyaman dan menarik bagi pengunjung. Selain memperkuat daya tarik wisata kota, pembenahan ini juga untuk mengoptimalkan potensi ekonomi sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin Ibnu Sabil menyampaikan, fokus pembenahan di kawasan Siring Menara Pandang adalah penataan aktivitas pedagang kaki lima (PKL), khususnya yang menggunakan area pedestrian.
Keberadaan lapak pedagang di sejumlah titik sebelumnya dikeluhkan masyarakat, lantaran mempersempit akses pejalan kaki dan mengurangi kenyamanan pengunjung.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, Disbudporapar telah melakukan penataan dengan mengatur kembali lokasi aktivitas perdagangan agar tidak lagi memanfaatkan jalur pedestrian.
“Penataan ini kami lakukan agar fungsi pedestrian tetap terjaga dan masyarakat bisa berjalan dengan nyaman,” ungkap Ibnu Sabil, saat ditemui di Kantor, Jumat (30/10/2026).
Pihaknya juga merencanakan pembangunan food court yang lebih representatif di samping Menara Pandang, lengkap dengan atap dan fasilitas pendukung lainnya.
Dengan begitu, aktivitas kuliner bisa lebih terpusat, kawasan menjadi lebih tertata, sekaligus berpotensi menjadi salah satu sumber PAD.
Selain penataan PKL dan pembangunan food court, optimalisasi fasilitas yang telah tersedia juga menjadi perhatian. Salah satunya Rumah Anno yang akan tetap dipertahankan fungsinya sebagai aula untuk berbagai kegiatan masyarakat.
“Pemanfaatannya dikembangkan dengan fasilitas pendukung berupa area pelayanan minuman dan kopi atau barista, sehingga dapat menunjang berbagai kegiatan maupun acara yang diselenggarakan di tempat tersebut,” bebernya.
Revitalisasi kawasan Siring Menara Pandang akan terus dilakukan secara bertahap.
“Ke depan, pembenahan juga mencakup rencana pembangunan pagar beton dengan konsep yang lebih tertata untuk memperindah kawasan sekaligus mendukung pengelolaan ruang publik,” jelasnya.
Ia memastikan, tidak hanya kawasan Siring Menara Pandang, perhatian pemerintah juga pada pengembangan Alun-Alun Taman Kamboja.
Kawasan ini diproyeksikan menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat, khususnya untuk kegiatan rekreasi, hiburan dan olahraga.
“Semoga penataan dan revitalisasi kedua kawasan tersebut akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan fungsi ruang publik, kebutuhan masyarakat, serta potensi ekonomi yang dapat dikembangkan,” harapnya.
Menurutnya, kawasan Siring Menara Pandang dan Alun-Alun Taman Kamboja dapat semakin representatif sebagai destinasi wisata perkotaan sekaligus ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.
“Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemko Banjarmasin dalam memperkuat sektor pariwisata, mengembangkan potensi ekonomi dan PAD,” tukasnya. (shn/smr)
