SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin serahkan uang pembinaan atau bonus bagi puluhan kafilah Banjarmasin, di Tambak Yudha, Rabu (15/7/2026).
Bonus itu di diberikan, atas raihan Juara Umum pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXVII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) 2026 di Kabupaten Barito Kuala.
Total sebesar Rp679 juta bonus yang dibagikan ke 64 kafilah Banjarmasin. Rinciannya, ada 54 kafilah meraih prestasi peringkat pertama, kedua, ketiga dan harapan. Bonus juga diberikan kepada 10 kafilah yang tak juara.
Wakil Walikota Banjarmasin Hj Ananda mengucapkan syukur Pemko Banjarmasin menyerahkan bonus bagi kafilah Banjarmasin.
“Hari ini Pemko Banjarmasin menyerahkan bonus bagi Kafilah Banjarmasin yang telah meraih prestasi di MTQ Nasional XXXVII Tingkat Provinsi Kalsel 2026 di Kabupaten Barito Kuala,” ujarnya.
Adapun penyerahan bonus atau uang pembinaan sebanyak Rp 679 juta. Dibagikan kepada 64 kafilah Banjarmasin.
“Semoga uang pembinaan bisa terus memacu untuk prestasi lagi hingga ke tingkat Nasional,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setdako Banjarmasin Juli Khair menuturkan, bonus atau uang pembinaan total Rp679 juta itu bersumber dari Pemko Banjarmasin melalui hibah ke Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ).
Ia menjelang, bonus untuk peringkat pertama Rp15 juta, kedua Rp12,5 juta, ketiga Rp10 juta, harapan kesatu Rp6 juta, kedua Rp5 juta dan ketiga Rp4 juta. “Serta kafilah yang tidak mendapatkan juara juga memperoleh uang pembinaan,” ungkapnya.
Menurutnya, atas bonus ini, pihaknya telah meminta tanda Surat Pertanggungjawaban (SPJ) . “Jadi tinggal pencairan mungkin dalam waktu dekat,” bebernya.
Dia optimis, Banjarmasin setiap tahunnya dapat mempertahankan juara umum. Dan Pemko Banjarmasin terus memberikan dukungan.
Ia berharap, pembinaan kafilah terus dilakukan sejak usia dini. Sehingga, tidak terputus generasi hafiz dan hafizah maupun qori dan qoriah.
Di Banjarmasin, kata dia, kelebihan atau surplus generasi kafilah, yang bahkan dipakai Kabupaten atau Kota lain. Totalnya sekitar 200 hingga 300 orang yang terdata.
“Kita tetap menjaga untuk tidak terputus dengan pembinaan sejak usia dini. Karena setiap tahun usia itu meningkat, jadi kategori juga berbeda lagi yang diikuti. Semoga kafilah terus mengembangkan pembelajaran Al Quran,” tukasnya. (shn/smr)
