SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Pusat menyarankan agar Pemerintah Kabupaten/Kota menerapkan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negar (ASN) untuk menghindari kemacetan saat arus mudik Lebaran. Namun, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin memiliki pandangan berbeda.
Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Banjarmasin Ikhsan Budiman mengatakan, Pemko Banjarmasin tidak akan menerapkan kebijakan WFA maupun Work From Home (WFH) bagi ASN.
Alasan yang mendasari keputusan tak menerapkan WFA, karene kondisi geografis Kalimantan Selatan (Kalsel), terutama Banjarmasin yang tidak terlalu luas membuat potensi kemacetan mudik tidak terlalu mengkhawatirkan.
“Akan tetapi seperti daerah Pulau Jawa dan Jakarta potensi kemacetan arus lalu lintas cukup padat. Dan itu tidak ditemukan di Kalsel,” kata Ikhsan, di Balai Kota Banjarmasin, Jumat (21/3/2025).
Selain itu, mayoritas ASN di Banjarmasin adalah warga lokal, sehingga jumlah pemudik tidak terlalu banyak. “Faktor lainnya menjadi pertimbangan adalah durasi cuti bersama yang lebih panjang,” imbuhnya.
Menurut dia, hal ini sudah disampaikan ke Walikota Banjarmasin dan sampai saat ini pertimbangan teknis baik dari maupun Bagian Organisasi itu dirasa tidak perlu.
“Jadi belum kita ambil kebijakan WFA itu, walaupun tersedia kebijakannya. Kecuali memang dalam perkembangan nya diharuskan, baru diambil kebijakan itu,” tuturnya.
Adapun jumlah seluruh ASN sekitar 5000 sekian, dari situ bisa melihat dan rata-rata bermukim di Banjarmasin, kalaupun ada di Banjarbaru, Barito Kuala dan lainnya itu. “Itupun jarak tempuh ke Banjarmasin masih relatif tidak ada macet. Dan kalau ada mudik ke luar daerah atau kota lain, itu persentasenya masih sedikit,” kata Ikhsan.
Kebijakan WFA yang disarankan Pemerintah Pusat dimaksudkan untuk mengurai kepadatan arus mudik dengan memberikan fleksibilitas waktu bagi ASN untuk memulai perjalanan mudik lebih awal. “Setiap Pemda memiliki penilaian tersendiri terkait kondisi di wilayahnya dan apakah efektif pelaksanaannya atau tidak,” tukasnya.(shn/smr)