SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Pemadaman listrik bergilir kembali terjadi beberapa waktu ini, bahkan durasi cukup lama. Tentunya dengan kondisi tersebut banyak dikeluhkan masyarakat.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Banjarmasin Ichrom Muftezar menemui langsung Manager PLN UP3 Banjarmasin.
Menurutnya, pertemuan tersebut atas instruksi Walikota Banjarmasin H M Yamin HR, menindaklanjuti banyaknya DM dan pesan WhatsApp (WA) yang diterima pimpinan terhadap keluhan pemadaman listrik ini.
“Berdasarkan hasil pertemuan itu, PLN UP3 Banjarmasin kendala utama mereka ada pada pembangkit listrik,” ungkap Tezar, usai menemui Manager PLN UP3 Banjarmasin langsung di Kantor PT PLN UP3, Senin (27/7/2026).
Terlebih, aliran listrik di wilayah Banjarmasin hanya distribusi dari sistem kelistrikan PT PLN melalui Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng).
“Insya Allah di hari Rabu ini dan paling lambat Sabtu ada pengurangan durasi pemadaman. Biasanya 5-6 jam yang kemungkinan bisa dikurangi hingga 3 jam,” ujarnya.
Tidak sampai disitu, pada Minggu kedua Agustus nanti. Statusnya tidak ada lagi pemadaman listrtik. Namun tetap dalam kondisi siaga.
“Jadi bila ada pemadaman itu akan langsung ditangani PLN dan berharap pemadaman bergilir ini segera berakhir,” ucapnya.
Ia menyatakan, masyarakat berhak mendapat pelayanan kelistrikan yang lebih bagus lagi ke depan. Hingga sudah seharusnya penanganan terhadap kendala yang dihadapi PLN bisa segera tuntas, agar kerugian yang dirasakan masyarakat selama pemadaman listrtik tak berlangsung lama.
Tezar berpesan, terhadap manajemen PLN akan pentingnya penyampaian informasi terbuka, penyebab, wilayah terdampak serta estimasi waktu pemulihan agar masyarakat bisa lebih bersiap.
Lalu meminimalkan durasi cakupan pemadaman listrik, agar dampak terhadap masyarakat tidak semakin luas. Kemudian prioritaskan fasilitas pelayanan publik dalam proses pemulihan pasokan listrik.
“Beberapa hal ini yang diminta pak wali kota untuk kami sampaikan ke PLN. Mungkin seperti di Rumah Sakit (RS) diantisipasi atau dikecualikan, soalnya ada orang sakit dan segala macam. Soalnya menyangkut nyawa manusia,” tuturnya.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Banjarmasin Yanuar menuturkan, terjadinya pemadaman listrik bergilir kembali, karena adanya problem gangguan perbaikan dari sisi pembangkit dan daya pasokan yang berkurang.
Hingga memberlakukan manajemen beban atau padam bergilir, untuk mengurangi dampak apabila terjadi hal-hal tidak diinginkan.
“Jika dipaksakan durasi pendek, maka bisa padam serentak atau black out. Dan penormalannya lama sekali. Paling cepat 15 sampai 24 jam normalnya. Hingga kita terapkan pemadaman listrtik bergilir ini,” bebernya.
Yanuar mengatakan, solusi ini juga terpaksa diambil, guna menghindari adanya pemadaman listrik secara berulang dalam waktu 24 jam. “Bisa sampai 2 hingga 3 kali padam dalam satu hari,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, tidak hanya daya pasokan yang kurang, berdasarkan informasi dari tim pembangkit. Saat ini pembangkit listrik memang dalam kondisi masa pemeliharaan dan gangguan.
Menurutnya, perbaikan itu sendiri sudah terus dikerahkan memakai semua sumber daya yang ada.
“Di minggu ini durasi lebih pendek hanya 3 jam. Di Minggu kedua pada Agustus Insya Allah diusahakan tidak padam atau normal dengan kondisi siaga. Kecuali ada gangguan tiba-tiba,” tegasnya.
Dia menyatakan, untuk Rumah Sakit sudah dipetakan bahwa tidak ada padam. Tak lupa, ia mewakili pihak PLN memohon maaf kepada pelanggan danbmohon dukungan kepada masyarakat untuk mengurangi pemakaian dalam periode harinya 30 sampai 40 persen.
“Dengan begitu bisa membantu durasi padam tidak lebih lama. Jadi mohon dukungan dan pengertian, tanpa adanya itu apalah kami,” tukasnya. (shn/smr)
