SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Pelaksanaan program Pasar Murah Banjarmasin Corporate Social Responsibility (BCSR) Selama Bulan Suci Ramadan 1447 H mengalami lonjakan dibandingkan sebelumnya.
Pada 2025 kegiatan pasar murah melibatkan 23 Perusahaan dengan total 13.648 paket bantuan. Namun di 2026 ini melonjak menjadi 45 perusahaan dengan total 18.316 paket bantuan.
Kepala Disperdagin Banjarmasin Ichrom Muftezar menuturkan, target awal sebenarnya hanya 30 titik, karena jumlah donatur terus bertambah menjadi pelaksanaannya bisa diperluas. Sehingga menjadi 35 titik, dengan yang terakhir digelar di Kelurahan Murung Raya dan Kelayan Barat, pada Selasa (17/3/2026).
Ia mengatakan, kesepakatan bersama Forum BCSR, satu paket sembako mendapatkan subsidi sekitar Rp15 ribu.
“Jika harga normal di pasaran untuk 2 kilogram gula dan 2 liter minyak sekitar Rp73 ribu. Maka di pasar murah masyarakat cukup membayar sekitar Rp 58 ribu,” bebernya, Rabu (18/3/2026)..
Mekanisme pelaksanaan pasar murah mulai 2026 juga berubah. Jika sebelumnya menggunakan sistem kupon melalui Kelurahan, kini masyarakat cukup menunjukkan KTP Banjarmasin.
“Jadi mulai 2026 seluruh warga Banjarmasin bisa membeli paket pasar murah hanya dengan menunjukkan KTP. Namun tidak berlaku bagi ASN, TNI, dan Polri. Satu orang hanya bisa membeli satu paket per hari dan tidak boleh diwakilkan,” jelasnya.
Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan pasar murah secara optimal guna memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah. (shn/smr)
