SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Seorang pekerja bangunan ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tertelungkup, di proyek pembangunan lapangan padel Jalan A Yani KM 5, Kompleks Dharma Sakti, Kelurahan Pemurus Luar, Kecamatan Banjarmasin Timur, Senin (26/10/2026) malam.
Saat ditemukan, dalam posisi kaki masih di atas air, namun badan dan kepala berada di dalam air. Korban diketahui berinisial RH (46), warga Jalan Teluk Tiram Laut, Gang Odi RT.30/RW.02 Kelurahan Teluk Tiram, Kecamatan Banjarmasin Barat.
Jasad korban pertama kali ditemukan rekan kerjanya sekitar pukul 20.30 Wita, setelah sebelumnya sempat dicari lantaran tidak terlihat sejak pukul 17.00 Wita.
Kapolsek Banjarmasin Timur, Kompol Morris Widhi Harto melalui Kanit Reskrim Ipda Sukma Yudhistira Nugraha menyampaikan, penemuan tersebut bermula ketika sejumlah pekerja merasa curiga, karena RH tidak kunjung terlihat di sekitar lokasi proyek.
Rekan-rekan RH kemudian berinisiatif melakukan pencarian dengan menyisir area bangunan. Saat melakukan pencarian, salah seorang saksi melihat sepatu di genangan air bawah bangunan. Setelah diperiksa, ternyata terlihat kaki RH.
“Mengetahui hal tersebut, saksi langsung memanggil pekerja lainnya untuk memastikan kondisi RH,” ungkap Ipda Sukma.
Saat dilakukan pemeriksaan menggunakan penerangan senter, RH ditemukan dalam posisi tertelungkup. Bagian kaki dan pinggulnya masih terlihat, sementara badan serta kepalanya berada di dalam air. RG ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Mendapat laporan itu, petugas piket gabungan Polsek Banjarmasin Timur bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Banjarmasin langsung mendatangi lokasi kejadian.
“Petugas kemudian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta memeriksa kondisi tubuh RH,” terangnya.
Jenazah selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans relawan emergency menuju kamar jenazah RSUD Ulin Banjarmasin untuk menjalani pemeriksaan medis.
“Dari hasil pengumpulan keterangan, polisi mendapatkan informasi bahwa RH sempat mengeluhkan kondisi tubuhnya sebelum ditemukan meninggal dunia,” jelasnya.
Menurut rekan kerja, “RH sebelumnya mengaku merasa lemas dan mengalami sakit pada bagian dada,” jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan keterangan istrinya, RH juga diketahui sedang mengalami batuk dan flu selama kurang lebih satu pekan terakhir. “Pihak keluarga menyampaikan RH memang sedang kurang sehat,” tuturnya.
Terkait keberadaan korban di bawah kolongan bangunan proyek tersebut, diduga korban mau buang air, mengingat di lokasi proyek belum ada toilet.
Hasil pemeriksaan awal petugas kepolisian tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hal tersebut diperkuat dengan hasil visum luar yang dilakukan dokter forensik RSUD Ulin Banjarmasin.
Ia menyampaikan, Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan tanda kekerasan akibat benda tumpul maupun benda tajam.
RH diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 4 jam sebelum pemeriksaan dilakukan. Dari hasil visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. RH diduga meninggal akibat tenggelam yang dipicu serangan jantung saat beraktivitas.
“Menepis isu yang beredar sebelumnya yang menyebut korban meninggal dunia akibat kesetrum atau mengalami kecelakaan kerja,” tukasnya. (shn/smr)
