Site icon Seputaran.id

Pasar Wadai Ramadan Sediakan Tenant Gratis dan Berbayar 

Stand atau tenant Pasar Ramadan yang mulai dibangun. (foto : shn/seputaran)

SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin kembali berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) dalam pelaksanaan Festival Pasar Wadai Ramadan.

Tempatnya di Area Siring 0 KM dan Halaman Kantor Gubernur Lama dan berlangsung sejak awal Ramadan hingga selesai, atau dari 18 Februari 2026.

Tersedia 263 tenant yang terdiri 100 tenant Pemko Banjarmasin gratis, 100 tenant sponsor gratis dan 63 tenant berbayar. Dan peminatnya banyak hingga 600 UMKM mendaftar dari akhir 26 Januari hingga 8 Februari 2026.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin Ibnu Sabil menuturkan, tentunya pelaksanaan pasti agak berbeda. Karena disediakan 263 tenant yang terdiri 100 tenant Pemko Banjarmasin gratis, 100 tenant sponsor gratis dan 63 tenant berbayar.

“Jadi ada sekitar 200 tenant berbentuk atap rumbia yang gratis dan 63 berbayar berbentuk kerucut,” ungkapnya.

Ia menyatakan, tenant yang gratis, jangan sampai diperjualbelikan, jika ada informasi yang terindikasi diperjual belikan bisa berlapor pihak panitia untuk diambil tindakan. “Sesuai kesepakatan bersama pihak panitia dan pedagang memang bila ada melanggar ketentuan tentu ada denda kisaran Rp 1 juta hingga Rp 5 juta,” tegasnya.

Ibnu Sabil juga memohon maaf tidak dapat menampung semua UMKM, sejak pendaftaran tenant dibuka by link. “Kami terkejut dan tidak menyangka pendaftar dibuka by link itu mencapai 600 UMKM. Jadi berarti antusias UMKM luar biasa dan peningkatan keberadaan mereka,” ucapnya.

Dia menybut ini menjadi evaluasi ke depan untuk bisa menentukan skema di tahun depan, supaya dapat tertampung semuanya.

“Untuk anggaran dikeluarkan 1 tenant kisaran Rp 3,5 Juta yang disediakan 100 tenant Pemko Banjarmasin yang kisaran Rp350 Juta. Tenant disediakan itu menampung baik paguyuban dan masyarakat umum yang telah lewat verifikasi pihak panitia,” ujarnya.

Diharapkan selama pelaksanaan Festival Pasar Wadai Ramadan bisa maksimal. “Kepada masyarakat datangi dan ramaikan tenant yang ada nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Project Manager Event Festival Pasar Wadah Ramadan Budi menekankan, ada sanksi denda yang dibebankan kepada pedagang yang kedapatan melakukan transaksi jual beli lapak.

“Sebelumnya telah dilakukan MoU, kalau ada yang melanggar bisa dijatuhkan sanksi mencapai Rp5 juta. Uang denda akan digunakan kegiatan sosial nanti nya,” ucapnya.

Ia mengatakan, antusias UMKM di Banjarmasin yang ingin bergabung dalam Festival Pasar Wadai Ramadan sangat tinggi. Bahkan sejak dibuka 26 Januari lalu hingga hari ditutup pada 8 Februari lalu. Terdata sudah ada sekitar 600 pendaftar. “Tidak menyangka sebanyak ini yang mendaftar,” imbuhnya.

Tentunya nanti akan diseleksi secara ketat yang mana akan memenuhi syarat untuk bisa berpartisipasi. “Dalam event kali ini, indikator seleksinya lebih kepada makanan-makanan viral guna menaikkan minat masyarakat untuk datang,” jelasnya.

Budi optimis dengan berbagai strategi, perputaran uang di Festival Pasar Wadai Ramadan bisa tembus lebih dari tahun sebelumnya. “Tahun kemarin mencapai Rp12,3 miliar. Mudah-mudahan tahun ini bisa lebih hingga tembus Rp15 miliar,” tukasnya. (shn/smr)