SEPUTARAN. ID, BANJARMASIN – Musim Pemilu masih beberapa tahun lagi, namun PAN Banjarmasin mulai mempersiapkan langkah menghadapi kontestasi Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) akan datang.
Ketua DPD PAN Banjarmasin H Heri Wijaya menilai, konsolidasi internal menjadi kunci untuk menyatukan persepsi dan memastikan seluruh kader bergerak dalam satu arah, baik kebijakan politik dan langkah organisasi.
“Sebab, semua itu pada akhirnya akan bermuara pada kontestasi Pemilu. Karena itu, seluruh kebijakan serta perilaku kader di tengah masyarakat harus dibangun berdasarkan pemahaman politik yang sama, katanya usai Pendidikan Politik dan Musyawarah Cabang – Ranting, PAN Banjarmasin, Sabtu (25/7/2026).
Ia menyatakan, untuk Pileg menargetkan kembali memperoleh posisi pimpinan di parlemen. Sementara untuk Pilkada, PAN Banjarmasin mendorong kader internal untuk maju sebagai calon kepala daerah.
“Target kita insya Allah, paling tidak untuk legislatif akan menargetkan untuk mengambil posisi pimpinan lagi. Dan untuk kepala daerah, kita akan mendorong kader kita, kader DPD PAN Banjarmasin untuk menjadi kepala daerah,” katanya.
Namun, kata dia, dinamika politik menjelang Pilkada kerap berubah. Bahkan tak jarang, kader yang sebelumnya akan maju justru mengalami perubahan sikap, ketika momen Pilkada semakin dekat.
Menurutnya, dinamika tersebut merupakan bagian dari proses politik. Terlebih, terdapat kebijakan dari tingkat pusat yang harus menjadi perhatian dan diikuti oleh struktur partai di daerah. “Memang ada dinamika politik. Kebijakan-kebijakan dari DPP, mau tidak mau harus kita ikuti sesuai arahan dan kebijakan DPP,” jelasnya.
Terkait pelantikan kepengurusan di tingkat cabang dan ranting, ia menegaskan, agenda tersebut akan dilanjutkan dengan konsolidasi internal.
Mengingat, konsolidasi diperlukan untuk menyamakan persepsi seluruh jajaran, terutama dalam menentukan arah dan strategi pemenangan pada kontestasi politik mendatang. “Paling tidak setelah dilantik, kita akan melakukan konsolidasi lagi. Menyamakan satu persepsi agar untuk memilih kader nanti seperti apa,” ujarnya.
Ia menyebut, setiap perhelatan Pemilu membutuhkan strategi yang matang. “Jangan sampai perbedaan kepentingan justru membuat mesin partai tidak berjalan maksimal,” ujarnya.
Oleh karena itu, konsolidasi dinilai penting agar seluruh kader dapat bekerja bersama, baik untuk memenangkan calon legislatif maupun kepala daerah yang diusung.
Perlu ada konsolidasi lagi yang lebih jelas. Kalau secara kepengurusan di daerah, kami siap menjalankan. Mudah-mudahan dari pusat dan pimpinan juga mendapat restu,” pungkasnya.
Pada pendidikan Politik dihadirkan Kepala Kesbangpol Kota Banjarmasin H Muzaiyin yang menekankan bahwa politik itu sangat penting politik. (smr)
