SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – PT Air Minum (PAM) Bandarmasih (Perseroda) jalin kerja sama dengan Jurusan Statistika Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dalam pelaksanaan Survei Kepuasan Pelanggan dan survei real demand atau kebutuhan air di masyarakat.
Kerja sama ini dilakukan sebagai langkah strategis perusahaan dalam memperoleh data riil di Lapangan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan di Banjarmasin.
Direktur Utama PAM Bandarmasih (Perseroda) Zulbadi menuturkan, kerja sama yang yang dijalankan bertujuan untuk survei Lapangan menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan pengembangan layanan perusahaan ke depan.
Melalui survei ini, ingin mendapatkan gambaran nyata terkait tingkat kepuasan pelanggan sekaligus mengetahui kebutuhan air masyarakat secara langsung.
“Data ini sangat penting sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan perusahaan,” ungkap Zulbadi, di Balai Kota Banjarmasin, Rabu (3/6/2026).
Data dan informasi yang diperoleh dari hasil survei akan digunakan untuk memetakan kondisi eksisting perusahaan, sehingga dapat menjadi acuan dalam menentukan langkah perbaikan dan pengembangan perusahaan.
Dari data tersebut, bisa menentukan langkah strategis seperti peningkatan kapasitas produksi, perbaikan kualitas air, penambahan hingga peningkatan tekanan distribusi ke pelanggan. “Semua itu tentu berbasis data agar lebih tepat sasaran,” imbuhnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan survei ini melibatkan sekitar 70 surveyor yang berasal dari mahasiswa Jurusan Statistika Fakultas MIPA ULM.
Para surveyor akan turun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan data dan informasi dari masyarakat.
Ia menjelaskan, ada sekitar 10.000 sampel yang diambil, di semua wilayah Banjarmasin.
Pihak perusahaan juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Banjarmasin, agar dapat menerima para surveyor dengan baik serta memberikan data dan informasi yang akurat sesuai kondisi di Lapangan.
“Kami berharap masyarakat dapat mendukung kegiatan ini dengan memberikan informasi yang jujur dan terbuka,” harapnya.
Sebab, keakuratan data sangat menentukan hasil pemetaan dan kualitas kebijakan yang akan diambil. “Hasilnya itu sekitar 2 hingga 3 bulan,” tuturnya.
Dikatakannya, sebelumnya PAM Bandarmasih pernah melakukan secara mandiri, per wilayah. Namun, sekarang ini secara keseluruhan se-Banjarmasin.
“Mungkin salah satu contoh menjadi data, yakni kapan pemakaian air ketika mandi, lalu keperluan cuci mobil atau motor dan lainnya. Dari data akan diolah, akan keluar hasil kebutuhan air setiap rumah tangga itu sekitar m2 atau kubiknya,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan PT Air Minum Bandarmasih (Perseroda) dapat semakin memahami kebutuhan pelanggan secara menyeluruh, sehingga mampu menghadirkan layanan air bersih yang lebih optimal, berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat. (shn/smr)
