SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Motor, kendaraan roda tiga dan mobil hingga bekas bongkaran bahan bangunan (kayu ulin) atau ada sejumlah 112 unit aset milik Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin masuk daftar lelang. Proses lelang bisa diakses di portal website Lelang Indonesia (lelang.go.id)
Dibuka lelang sejak beberapa waktu lalu hingga 23 Februari 2026 atau tahap pertama dan tahap kedua 25 Februari 2025.
Jumlah unit yang dilelang digelar sampai 5 paket, karena Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) dalam pegelaran lelang dibagi dengan 30 unit untuk 1 pejabat lelang. Hal itu dilakukan agar mempermudah pemprosesan.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) Banjarmasin H Edy Wibowo menuturkan, lelang ini sudah melalui proses mulai dari pemeriksaan kondisi dan kerjasamakan dengan lembaga KPKNL.
Ia merincikan, 112 unit yang dilelang itu meliputi 57 kendaraan roda dua beragam bran seperti 36 unit Suzuki (Smash, FD 110), 15 unit Honda (Astrea, HNF 125), 3 unit Kawasaki (Kaze, Blit) dan 3 unit Yamaha (Sigma, Vega).
Kemudian roda tiga meliputi, 1 unit Viar/VR 150 3R dan 1 unit Minerva/MX-150-3. Lalu 25 unit kendaraan roda empat meliputi, 5 unit Mitsubishi (L300 PU, COLT L300 PU), 2 unit Isuzu, 1 unit Daihatsu, 1 unit Ford Renger, 8 unit Toyota (Avanza, Kijang), 1 unit Opel, 1 unit Suzuki, 1 unit Ceres.
22 unit kendaraan roda empat lainnya meliputi, 8 unit Truck+Attachment, 4 unit Dump Truck, 2 unit Alat Berat, 2 unit Mobil Tangki Air, 1 unit Sweeper Truck, 3 unit Buldozer dan 2 unit Wheel Loader+Attachment. “Selain itu juga ada unit lelang sejumlah 6 bongkaran bangunan (kayu ulin),” ungkap Edy, Senin (23/2/2026).
Motor yang dilelang semuanya telah yang paling tua berusia 50 dan 33 tahun, paling muda 7,10, 11 dan 16 tahun.
Dengan kondisi demikian, maka dilakukan penghapusan aset dengan cara dilelang. Soalnya sangat memberatkan dari sisi pemeliharaan dan penggunan perawatannya. “Jumlah unit yang dilelang digelar sampai 5 paket,” bebernya.
Edy mengatakan, manfaat yang didapat dari lelang, total keseluruhan diperoleh Rp350 juta terdiri Rp100 juta penjualan bahan pembongkaran bangunan dan Rp250 juta kendaraan roda 2,3, 4 dan 4 lainnya.
Berdasarkan masa pakai limit terendah Rp54.469 untuk roda Dua dan terbesar Rp1.957.500. Kemudian Roda Tiga limit terendah Rp94.046 terbesar Rp367.500. Lalu Roda Empat limit rendah Rp925,313 dan terbesar Rp25.410.000.
Selanjutnya, roda empat lainnya limit rendah Rp275.625 dan terbesar Rp51.313.507. “Sedangkan bongkaran bahan bangunan dikisaran Rp20 juta hingga Rp25 juta,” jelasnya.
Edy menjelaskan, bila ada yang menawar lebih, tentu penerimaan hasil lelang untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan lebih dari target. “Untuk sesi tahap pertama ini, kalau tahap kedua ada lagi nanti. Kalau secara keseluruhan target sekitar Rp1,2 miliar hingga Rp2 miliar hasil dari lelang,” harapnya.
Adapun tempat penyimpanan aset, ada di Gudang Aset 40 unit, Penitipan Lingkar Selatan 13 unit dan SKPD masing-masing 59 unit.
Ia menututurkan, lelang ini dilakukan sesuai kebutuhan di SKPD, soalnya ada yang telah tidak berfungsi dengan baik dan pembiayaan pemeliharaan besar. “Saya juga berharap yang tidak efisien lagi dipakai dan pemeliharaan besar, untuk dihapus. Supaya meringankan beban dan menumpuk jadi besi tua,” tegasnya.
Menurutnya, tidak ada kendala dalam proses penghapusan aset hinga lelang. “Cuma berat di tahapan saja. Bila tidak sama dilaporkan, dibatalkan lelang oleh pencantatan yang tak sesuai. Lalu barang hibah, keterangan suratnya belum atau hilang serta belum jelas. Oleh karena itu, meminta SKPD untuk menelusuri sebagai dasar, lalu ada tercatat tapi fisiknya tidak terlihat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelola Barang Milik Daerah (PBMD) pada BPKPAD Banjarmasin Yovi S Rakhmatullah menuturkan, lelang salah satu persyaratan penghapusan barang milik daerah. Ada 112 unit barang milik daerah yang masuk daftar lelang.
“Aturan yang mengikuti lelang, melalui lelang.go.id dapat diikuti oleh umum. Dari tanggal ditetapkan atau sebelum itu sudah terbuka website,” terangnya.
Yovi mengharapkan, target dari penjualan Rp350 juta, terdiri dari Rp100 juta untuk pembongkaran bahan bangunan dan Rp250 juta untuk kendaraan Roda 2,3,4 dan 4 lainnya.
“Motor yang dilelang semuanya telah yang paling tua berusia 50 dan 33 tahun, paling muda 7,10, 11 dan 16 tahun,” tukasnya. (shn/smr)
