SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Pelantikan, pengambilan sumpah dan janji jabatan, pimpinan tinggi pratama dan administrator Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin berlangsung di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Senin (26/10/2026).
Dalam pelantikan itu, Ahmad Zazuli menjabat Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota (Setdako), Yuliansyah Effendi yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin, kini Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Banjarmasin. Muhammad Ramadhan, menduduki posisi Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdako Banjarmasin.
Selanjutnya, Noorfahmi Arif Ridha sebagai Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setdako Banjarmasin serta Hj. Zuraida Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdako Banjarmasin.
Walikota Banjarmasin H M Yamin HR menyampaikan, dengan pelantikan ini, pejabat yang baru dilantik dapat segera memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Ia menginginkan, pejabat baru mendukung setiap program agar berjalan efektif dan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Harus bersinergi dengan jajaran Pemko Banjarmasin. Tentunya bekerja dengan semangat dan mewujudkan Banjarmasin Maju dan Sejahtera,” tuturnya
Yamin menekankan, pentingnya penerapan manajemen talenta ASN, sebagai dasar pengembangan karier dan penempatan pejabat di lingkungan Pemko Banjarmasin.
Melalui pemetaan talenta, termasuk metode Nine Box Talent Management, pemerintah dapat menilai potensi dan kinerja ASN sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kesiapan menduduki jabatan.
“Pengisian jabatan harus mempertimbangkan kompetensi, potensi, kinerja, integritas, serta kebutuhan organisasi. Karena itu, setiap ASN diharapkan terus meningkatkan kemampuan teknis, manajerial, dan sosial kultural, sekaligus menghadirkan inovasi dalam pelaksanaan tugas,” terangnya.
Pengelolaan karir dan promosi harus dilaksanakan secara objektif, transparan, dan berdasarkan sistem merit, dengan mempertimbangkan kualifikasi, kompetensi, potensi, kinerja, integritas, serta kebutuhan organisasi.
“Hindari keputusan yang didasarkan pada kedekatan personal semata,” imbuhnya.
Dia meminta, para kepala SKPD berperan aktif dalam mengidentifikasi dan mengembangkan potensi ASN di lingkungan kerja masing-masing.
Dengan demikian, penguatan manajemen talenta tidak hanya mendukung pencapaian target organisasi, tetapi juga mempersiapkan calon pemimpin yang kompeten dan berintegritas.
Terkait pengisian jabatan yang masih kosong, Pemko Banjarmasin akan melakukan pemetaan dan penilaian terhadap calon pejabat berdasarkan data manajemen talenta sebelum menentukan pejabat yang dinilai sesuai.
“Kalau memang di dalam pemetaan manajemen talenta ada yang mencukupi dan memiliki kinerja yang bagus, kenapa tidak,” tuturnya.
Walikota berharap, ASN yang sudah bekerja di Pemko Banjarmasin ini bisa diberikan peluang untuk mengisi jabatan sesuai kompetensinya.
“Sekarang diisi Pelaksana Tugas (Plt) dulu sebelum diisi definitif nantinya,” pungkasnya.
Sementara Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Banjarmasin Totok Agus Daryanto menyampaikan, ada kekosongan jabatan kepala DKP3 dan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskopumker).
“Kekosongan jabatan Kepala Dinas KP3 terjadi setelah Kepala Dinas sebelumnya mendapat penugasan baru sebagai Kepala DP3A. Sedangkan jabatan Kepala Diskopumker kosong, karena Machli Riyadi resmi dilantik
menjadi Kepala Biro Hukum Kementerian Kesehatan RI,” ucapnya.
Totok mengatakan, sudah ada dua nama yang disiapkan untuk mengisi sebagai Plt.n”Kita tunggu keputusan walikota, mungkin sore ini selesai karena sudah berjalan,” tukasnya. (shn/smr)
