SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Lima jenazah korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 yang dievakuasi beberapa waktu lalu sudah teridentifikasi. Kelimanya merupakan warga luar Kalimantan Selatan (Kalsel). Lima korban yang teridentifikasi berjenis kelamin laki-laki.
Berikut identitasnya, Annas asal Bangkalan, Jawa Timur (48 tahun), Bagus Mahendra asal Klaten, Jawa Tengah (20 tahun), Aldo Nur Rahmansyah asal Surakarta, Jawa Tengah (19 tahun), Jumrit asal Lamongan, Jawa Timur (25 tahun), I Putu Angga Sudiana asal Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) (21 tahun).
Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Nur Khamid menuturkan, dari 243 orang penumpang KM Virgo Transport telah dievakuasi 126 orang, 108 orang selamat dan 18 orang meninggal dunia. “Jadi masih ada sekitar 117 orang yang dicari,” ujarnya.
Adapun, 9 korban yang diterima dalam beberapa hari terakhir. “5 korban berhasil diidentifikasi Tim DVI Polda Kalsel. 4 orang masih menunggu identifikasi,” ungkapnya.
Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes dr. Moch Sofwan menambahkan, kelima korban berhasil diidentifikasi melalui beberapa metode. Mulai dari properti, rekam medis, ciri sekunder, gigi dan lainnya.
“5 korban sudah diidentifikasi melalui rekam medis, ciri sekunder, gigi dan properti lainnya,” ucapnya Sofwan, saat konferensi pers di RS Bhayangkara, Selasa (22/9/2026) malam.
Annas (laki-laki) asal Bangkalan, Jawa Timur (48 tahun) teridentifikasi melalui identitas sekunder, ciri medis dan properti.
Bagus Mahendra (laki-laki) asal Klaten, Jawa Tengah (20 tahun) teridentifikasi identitas sekunder, ciri medis dan properti.
Aldo Nur Rahmansyah (laki-laki) asal Surakarta, Jawa Tengah (19 tahun) teridentifikasi identitas sekunder, ciri medis dan properti.
Jumrit (laki-laki) asal Lamongan, Jawa Timur (25 tahun) teridentifikasi identitas primer gigi, ciri medis dan properti.
I Putu Angga Sudiana (laki-laki) asal Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) (21 tahun) teridentifikasi identitas primer gigi, sekunder medis dan properti.
“Jadi sudah ada 14 orang totalnya berhasil diidentifikasi hingga Selasa hari ini,” terangnya.
Tim DVI menerima 9 jenazah dalam beberapa hari terakhir. Namun, baru lima jenazah yang teridentifikasi. Sementara empat lainnya masih dalam proses identifikasi DNA.
“Telah menerima ada 18 orang di RS Bhayangkara sampai hari ini,” sebutnya.
Sementara Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Kalsel Ahmad Arkan Nugraha menuturkan, pihak Jasa Raharja terus melakukan pendataan dan verifikasi untuk memastikan hak masing-masing korban diberikan yang berhak.
Setiap korban tentu memiliki kondisi keluarga yang berbeda, sehingga pemenuhan hak nya menunggu hasil verifikasi dan ketentuan yang berlaku.
Ketika telah mengetahui lima korban berhasil diidentifikasi langsung menghubungi ke wilayah masing-masing untuk verifikasi data.
“Insya allah dalam 2×24 jam akan sudah diterima haknya, oleh keluarga korban,” tukasnya. (shn/smr)
