SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – PT Perusahaan Air Minum (PAM) Bandarmasih mengalami peningkatan laba bersih pada catatan keuangan 2025 dibandingkan 2024.
Jika dikomparasikan dengan 2024 dengan laba Rp46,6 miliar dan pada 2025 Rp50, 4 miliar. “Jadi peningkatan keuntungan dengan selisih sekitar Rp4 miliar lebih,” ujarnya.
Direktur Utama PAM Bandarmasih Zulbadi menuturkan, ada peningkatan laba pada 2025 dibandingkan dengan 2024.
“Laporan keuangan telah meraih Wajar Tanpa Pengecualian sebanyak 25 kali atau tahun dari 2001,” ungkapnya, usai ekspose laporan keuangan dan hasil kinerja Tahun 2025, di Aula PAM Bandarmasih, Selasa (30/6/2026).
Ia optimis ke depan bisa mempertahankan dan lebih baik dan benar lagi kedepan tata kelolanya. Supaya perusahaan tetap berkesinambungan bukan hanya sekarang tapi berlanjut kegenarasi selanjutnya.
Ada beberapa faktor yang mendorong tren peningkatan laba ini. Di antaranya peningkatan pelanggan, pendapatan non air, beban penyusutan,penyisihan dan amortisasi, pegawai, pemakaian bahan kimia, bunga pinjaman, bbm, air baku dan lainnya.
“Jadi peningkatan pelanggan dan pendapatan lainnya tersebut sangat mempengaruhi terhadap peningkatan laba PAM Bandarmasih. Tentu ini hasil kerja keras dari semua tim, bagaimana penghematan dan upaya dilakukan,” ujarnya.
Ia menuturkan, Laporan Keuangan di 2025 ini oleh Kantor Akuntan Publik Sukardi Hasan dan rekan, berdasarkan SAK-ETAP dengan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
“Di samping itu terus meraih WTP selama 25 tahun, PAM Bandarmasih ini juga dari evaluasi Kinerja berdasarkan Kemendagri Nomor 47 Tahun 1999 memperoleh predikat baik, serta dari Kementerian PUPR memperoleh predikat sehat,” ungkapnya.
Sementara itu, Komisaris Utama Edy Wibowo menuturkan, PAM Bandarmasih, berdasarkan hasil indikator Kementerian PUPR predikat sehat dan Kemendagri No 47 Tahun 1999 menunjukkan baik.
Bahkan, hasil Audit Kantor Akuntan Publik (KAP) dan ditindaklanjuti oleh BPKPAD menunjukkan secara laporan sudah wajar.
“Tentu ini menjukkan kinerja terus meningkat. Meski ada beberapa hal menjadi perhatian. Seperti peremajaan pipa oleh yang ada telah berumur cukup lama,” ujarnya.
Baginya, dengan adanya perbaikan pipa dan pelayanan diberikan meningkat, tentu penerimaan laba akan ikut naik.
“Kita tidak bisa meningkatkan secara drastis oleh pelayanan masih belum maksimal, jadi secara bertahap dan yakin dengan bekerja bersama dapat terealisasi. Pihak kami akan terus mengevaluasi dan perbaikan ke depannya,” sebutnya.
Karena, kata dia, tidak menutup kemungkinan ada hal-hal lain yang harus lakukan perbaikan dalam rangka meningkatkan kinerja PAM Bandarmasih lebih baik lagi ke depannya. (shn/smr)
