SEPUTARAN.ID, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Muhidin melakukan kunjungan ke salah satu Sekolah Rakyat (SR) di lingkungan Balai Besar Pendidikan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin, Jalan Trikora Banjarbaru, Senin (5/1/2026).
Kunjungan itu didampingi Kepala Dinas Sosial Kalsel Muhammad Farhanie, serta Kepala Sekolah Rakyat Kalsel Rifki Hakim.
Sekolah Rakyat di BBPPKS merupakan Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 (SRT 9) Banjarbaru ini masuk dalam salah satu program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto, di Kalsel. Seperti diketahui, Sekolah Rakyat di BBPPKS ini merupakan satu dari 3 (tiga) Sekolah Rakyat yang ada di Kalsel. Dua lainnya berlokasi di Sentra Budi Luhur dan Balai Latihan Kerja (BLK).
Dalam kunjungan kali ini, selain melihat kesiapan fasilitas sekolah, Gubernur H Muhidin juga berkesempatan memberikan motivasi dan menyalami satu-persatu siswa, baik tingkat SMP maupun SMA.
Tak lupa, ia menceritakan pengalamannya yang berawal sebagai seorang guru olahraga dan perjalanan karirnya di dunia politik, yang akhirnya membawanya untuk mengabdi kepada masyarakat sebagai anggota dewan, walikota, hingga kini menjadi gubernur.
”Ada beberapa pesan penting yang tadi saya sampaikan, salah satunya adalah kunci sukses hidup, yakni taat dengan orang tua, beribadah, dan yang penting saat ini, anak-anak belajar dengan giat,” ujar Gubernur Kalsel H Muhidin.
Gubernur Muhidin memberikan pesan dan semangat kepada siswa-siswa di Sekolah Rakyat. “Saya memberikan apresiasi tinggi terhadap fasilitas yang ada serta berpesan agar para siswa di sekolah rakyat ini terus mengembangkan diri dengan semangat belajar yang tinggi,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi atas fasilitas Sekolah Rakyat di BBPPKS Regional IV Kalimantan yang sangat layak untuk para pelajarnya. Sebab, fasilitas belajar yang disediakan pemerintah daerah sangat baik, dan hal tersebut merupakan hasil dukungan dari Pemerintah Pusat serta arahan dari Presiden RI, Prabowo Subianto. ”Tempat ini luar biasa, apalagi nanti kedatangan Presiden Prabowo Subianto,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, Presiden Republik Indonesia sangat peduli terhadap pendidikan anak-anak yang kurang mampu secara ekonomi, dan bertekad untuk membantu mereka agar dapat meraih pendidikan yang layak.
Sekali lagi, Gubernur H Muhidin berpesan kepada siswa untuk selalu menghormati dan berbakti kepada orang tua. “Kunci kesuksesan adalah bakti kepada orang tua, bersikap lembut dan selalu menuruti keinginan mereka. Jika orang tua sudah tiada, doakan mereka dan selalu jaga ingatan baik tentang mereka,” pesannya.
Salah satu siswa Sekolah Rakyat (SR) Ahmad Hafizuddin (12) mengungkapkan rasa syukur yang mendalam setelah dapat melanjutkan pendidikan meski harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan kedua orang tuanya.
Anak asal Desa Pesayangan, Martapura ini, yang kini menjadi yatim piatu, sempat terpaksa berhenti sekolah setelah orangtuanya wafat. Namun, harapan Hafizuddin kembali muncul setelah terpilih menjadi siswa Sekolah Rakyat yang dikelola oleh pemerintah daerah.
”Ya, semua mata pelajaran diberikan di sini. Mata pelajaran bahasa Indonesia yang Ulun sukai. Terima kasih Pak Gubernur sudah memfasilitaskan sekolah kami, saya bisa bersekolah kembali walaupun saya sangat sedih ditinggalkan oleh orang tua,” katanya haru.
Hal senada dikatakan dua siswi Winda Auliya dan Fanya Aidil Adha, yang mengaku sangat senang dikunjungi GUbernur Kalsel. “Senang sekali dikunjungi bapak Gubernur hari ini, dapat kisah inspiratif juga tadi dari beliau. Pokoknya senang. Kami ucapkan terimakasih banyak kepada bapak, minta doanya juga pak, semoga kami sukses,” ucapnya.
Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh pemerintah setempat bertujuan untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak yang terhambat oleh keterbatasan ekonomi atau situasi keluarga yang sulit. Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program yang didorong oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) serta Kementerian Sosial (Kemensos), yang kini telah menjangkau 166 titik di seluruh Indonesia. Program ini mencakup pendidikan dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), dengan pelajaran yang meliputi IPS, IPA, agama, serta mata pelajaran terbaru seperti koding dan Artificial Intelligence (AI).
Sementara Sekolah Rakyat di BBPPKS terdiri tingkat SMP dan SMA. Masing-masing kelas diisi oleh 20 hingga 25 siswa, dan total terdapat 125 siswa, baik laki-laki maupun perempuan. (smr)
