Site icon Seputaran.id

Kebakaran Lahan Mulai Muncul, BPBD Banjarmasin Deteksi Dua Titik Panas

Petugas BPBD Banjarmasin saat berjaga di titik panas mencegah terjadinya kebakaran lahan. (foto : shn/seputaran)

SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Kebakaran lahan mulai muncul di sejumlah wilayah di Banjarmasin. Sehingga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin meningkatkan kewaspadaan dengan memetakan sejumlah titik rawan.

“Di Banjarmasin terdeteksi dua titik panas (hotspot) di dua kecamatan. Berdasarkan beberapa kebakaran lahan terjadi di Kecamatan Banjarmasin Barat dan Banjarmasin Utara. Karena itu, pengawasan di kawasan yang memiliki vegetasi kering terus diperketat, penyebabnya didiga sementara lantaran puntung rokok,” ungka Sekretaris BPBD Banjarmasin Budi Fitriadi, Selasa (21/7/2026).

Meski kebakaran lahan dan kabut asap mulai terjadi di Banjarbaru, kondisi udara di Banjarmasin masih dinyatakan aman.

Menurut dia, pihak BPBD terus memantau kualitas udara melalui Stasiun Pemantau Kualitas Udara milik Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di kawasan Kayu Tangi.

“Hasil pemantauan hingga saat ini menunjukkan kualitas udara masih dalam kategori baik,” terangnya.

Ia memastikan, dampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten/Kota tetangga sampai sekarang belum ada. “Hasil pemantauan kualitas udara juga masih baik,” imbuhnya.

Menghadapi puncak musim kemarau, BPBD Banjarmasin menargetkan penetapan status siaga Karhutla pada awal Agustus.

Sebelum itu, BPBD akan menggelar rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan TNI, Polri serta organisasi perangkat daerah terkait.

“Setelah status siaga ditetapkan, Posko Siaga Karhutla akan diaktifkan. Personel gabungan dari BPBD, TNI dan Polri akan disiagakan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran maupun kabut asap,” jelasnya.

BPBD juga telah menyiapkan langkah antisipasi bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat.

Ia menyampaikan, sejumlah skenario disiapkan, mulai dari kemungkinan pembatasan jam belajar hingga kewajiban penggunaan masker apabila kualitas udara memburuk.

“Masker yang kami miliki masih mencukupi. Jika nantinya masyarakat terdampak asap, tentu akan kami bagikan,” tuturnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) telah menetapkan status siaga darurat Karhutla dan menyiapkan posko gabungan di Rumah Singgah Dinas Sosial (Dinsos), kawasan Lingkar Selatan.

Atas hal itu, BPBD Banjarmasin menunggu instruksi untuk bergabung dalam pelaksanaan tugas di posko tersebut.

Selain kesiapsiagaan di lapangan, BPBD Banjarmasin juga terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat melalui media sosial.

Informasi mengenai kondisi kualitas udara diperbarui setiap hari sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan sekaligus mencegah terjadinya kebakaran lahan akibat kelalaian manusia.

“Kami intens melakukan sosialisasi ke masyarakat termasuk melalui media sosial (Medsos),” tukasnya. (shn/smr)