SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Amukan api dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) meluas di sejumlah titik strategis kawasan Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Selasa (6/10/2026) malam.
Bahkan berdasarkan pantauan, kobaran api sudah mendekati kawasan pemukiman penduduk. Dan Karhutla ini terpantau memicu ancaman serius di beberapa lokasi perumahan.
Tampak kobaran api membumbung di Komplek Persada Permai Baru 2 area Jalur Jalur 21, Desa Semangat Dalam dan Jalan Pesona 10-14 Komplek Persada Permai Baru 3 serta Kompleks Handil Bakti Indah, tepat di belakang kampus Uniska Handil Bakti.
Situasi kian mengkhawatirkan terjadi di Griya Noor dan Komplek Taman Leni Jaya Residency, Sungai Dua, di mana kepungan api membakar vegetasi di sekeliling perumahan hingga menyulut kepanikan warga.
Anggota BPK Haruan Hamuk Batola Agus Purwanto menyampaikan, tingginya frekuensi dan sebaran Karhutla saat ini dipicu oleh vegetasi lahan yang sangat kering serta terpaan angin kencang.
“Faktor-faktor tersebut membuat api menjalar dengan sangat cepat dan merembet ke mana-mana. Mulai habis maghrib langsung ke sini, pakai armada gerobak saja,” ungkapnya.
Agus menuturkan, maraknya titik Karhutla ini diperparah oleh krisis sumber air di lokasi kejadian. Kendati pasokan air masih bisa ditemukan di Kompleks Handil Bakti Indah dan meski dangkal di Griya Permata Persada Baru 2 dan 3, petugas menghadapi kendala besar di titik lain.
“Di kawasan Griya Noor dan Taman Lenny Jaya Residency dekat jembatan tembus Terantang, sumber air sama sekali nihil. Untuk menjangkau titik api yang menjauh, petugas BPK terpaksa menggelar hingga sembilan roll selang,” bebernya.
Sementara itu, salah seorang anggota E-BBK Group Sabri menyampaikan, titik api mulai muncul siang sekitar jam 14.00 dari posisi agak jauh Komplek Persada Permai Baru 2 area Jalur Jalur 21, Desa Semangat Dalam dan
Jalan Pesona 10-14 Komplek Persada Permai Baru 3.
“Namun angin meniup hingga sampai ke wilayah ini. Jadi ada sekitar tiga titik api muncul. Informasinya ada mengenai satu unit rumah warga,” ucapnya.
Salah seorang warga Komplek Taman Lenny Jaya Residency Saubari mengaku, pergerakan api melaju pesat sejak sore hari. “Jam 15.30 sudah ada melihat api, lalu sekitar pukul 17.30 api mulai mendekat,” ujarnya.
Kencangnya angin malam ini membuat kobaran api meluas tanpa terkendali hingga sempat mengurung area pemukiman dan membakar struktur bangunan di sekitarnya. ”Jadi sempat dikelilingi api, membuat panik dan ada beberapa pondasi rumah kosong sempat terbakar,” tukasnya.
Dentupan dan percikan api masih terus terdengar. Petugas pemadam kebakaran gabungan bersama warga setempat tetap disiagakan di lapangan untuk menyekat pergerakan api agar tidak menghanguskan rumah penduduk. (shn/smr)
