Site icon Seputaran.id

Karhutla dan Kekeringan jadi Perhatian Serius, Gubernur Muhidin Susun Strategi Baru

Gubernur Kalsel H Muhidin diwawancara wartawan usai Rakor Karhutla dan kekeringan. (foto : adpim kalsel)

SEPUTARAN.ID, BANJARBARU – Rapat koordinasi (rakor) penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan kekeringan tahun 2026 bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel di Aula Idham Chalid Kantor Gubernur di Banjarbaru, Kamis (17/9/2026).

Sinergi perkuat penanganan Karhula ini dengan upaya pemadaman lanjutan yang dimulai Jumat (18/9/2026).

Dan akan difokuskan di area ring 1 kawasan Guntung Damar Banjarbaru yang terdeteksi cukup banyak titik api (hotspot), kendati sebagian tidak tampak di permukaan.

Gubernur Kalsel H Muhidin mengatakan, ternyata api berasa di bawah tanah, karena lahan ini lahan gambut.

Untuk menyiasati agar api tidak terus berasa di bawah tanah, ia setuju menggunakan sistem suntik atau injeksi dengan air yang dicampur dengan Surfaktan Methyl Ester Sulfonate (MES) yang ramah lingkungan, hasil inovasi Polda Kalsel.

“Jadi kita juga ingin menguji berapa lama api padam setelah dipadamkan dengan campuran cairan surfaktan ini,” ujarnya usai memimpin Rakor ini.

Gubernur H Muhidin juga mengingatkan, Karhutla dan kekeringan yang terjadi sekarang perlu perhatian serius lagi, kerja ekstra dan kerja bersama semua unsur, termasuk masyarakat, agar ikut mengawasi jika ada tindakan oknum pembakaran lahan secara sengaja.

Ia pun berinisiatif, menyusun strategi baru dalam penanganan Karhutla, dengan pembentukan kelompok atau regu dari unsur yang terlibat yakni Polri, TNI, Lanud Sjamsudin Noor, Lanal Banjarmasin, dan ASN/BPBD Provinsi Kalsel.

Kelompok ini bekerja dengan sistem pembagian waktu tugas/sistem sif (shift work) yang dimaksudkan, personel di lapangan tidak kelelahan karena ada jeda istirahat.

Gubernur juga memastikan kelengkapan peralatan di lapangan, seperti Selang pemadam kebakaran (fire hose) dan tempat penampungan air (bioflok).

Sementara itu, Kapolda Kalsel Irjenpol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, pemadaman dengan metode suntik ini, akan lebih efektif dan mampu menghemat air, waktu dan tenaga.

Metode suntik gambut ini merupakan inovasi penanganan Karhutla di lahan gambut Kalsel untuk memadamkan bara api tersembunyi di dalam tanah, menggunakan pipa berlubang khusus ke dalam lapisan tanah gambut yang terbakar.

Dalam Rakor juga dijelaskan, air bertekanan yang semprotkam dicampur dengan cairan surfaktan surfaktan Methyl Ester Sulfonate (MES) dari minyak nabati yang diinjeksikan langsung ke titik bara di dalam tanah.

Teknik ini terbukti efektif menurunkan suhu tanah secara drastis, mematikan asap dan bara di bawah permukaan, serta mencegah api menyala kembali.

“Polda Kalsel sudah mengeluarkan maklumat dan dibagikan ke masyarakat, berisi anjuran agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan membakar, karena ada sangsi yang bisa diberlakukan bagi pelaku,” ucapnya.

Sementara itu, Komandan Korem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus menyampaikan, seputar upaya pemadaman Karhutla ini.

Dilanjutkan kesiapan Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman LP Ambarita dan jajarannya, dalam mendukung angkutan udara untuk keperluan penanganan karhutla dan kekeringan ini. (adpim/smr)