Site icon Seputaran.id

Jembatan Sementara Saka Harang Telah Selesai Dibangun

Mobil saat melintas jembatan Modular Bridge, pengganti sementara jembatan Saka Harang yang ambruk. (foto : shn/seputaran)

SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Pembangunan jembatan berjenis modular bridge di kawasan Jembatan Saka Harang akhirnya selesai dikerjakan dan kini sudah bisa dilintasi.

Rampungnya Jembatan ini bagi warga sekitar, khususnya Mantuil yang sempat memutar jauh akibat terputusnya akses utama.

Proses pengerjaan Jembatan ini rampung berkat kerja cepat tim Denzipur 8/GM yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar menuturkan, selesainya Jembatan sementara menjadi kabar baik bagi masyarakat Mantuil yang selama beberapa hari mengalami keterbatasan akses.

“Alhamdulillah, hari ini Jembatan sementara Saka Harang sudah selesai dan dapat dimanfaatkan masyarakat,” kata Tezar, Rabu (2/9/2026) sore.

Ia berharap, jembatan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, agar aktivitas warga kembali berjalan normal.

“Jembatan sementara tersebut dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat dengan batas kapasitas maksimal 5 ton,” bebernya.

Pemko Banjarmasin mengingatkan, pengguna kendaraan, terutama yang membawa muatan, untuk mematuhi batas tersebut demi keselamatan dan menjaga kondisi konstruksi.

“Kalau memang ada muatan di dalam mobil atau truk, tolong jangan melebihi 5 ton. Kita sama-sama menjaga Jembatan ini, karena beban berlebih dapat memperpendek usia jembatan,” ujarnya.

Diketahui jembatan ini dibangun oleh tim Denzipur 8/GM yang berkolaborasi dengan dinas terkait. “Terima kasih meminjamkan Jembatan sementara ini,” kata Tezar.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Banjarmasin H Mathari mengapresiasi kinerja yang dilakukan Pemko Banjarmasin, yang bekerjasama pengerjaannya dengan pihak tim Denzipur 8/GM.

“Ini lah Forkopimda, ketika dimaksimalkan bersama-sama membantu demi kebaikan itu luar biasa,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan, ada antisipasi dari jembatan ini, terkait kapasitasnya yang hanya 5 ton. “Jadi perlu diawasi maksimal, untuk mematuhi batas tersebut demi keselamatan dan menjaga kondisi konstruksi. Soalnya nanti dapat menggangu aktivitas masyarakat,” Sebutnya.

Ia berharap, bersama-sama mendukung untuk anggaran secara maksimal, pembangunan jembatan kedepannya. Soalnya merupakan akses vital warga di kawasan Mantuil. “Bisa dibayangkan ketika tidak dibuka dan akses jalannya bagi masyarakat,” tuturnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin Chandra Iriandi Wijaya menambabkan, secara teknis fisik jembatan sebenarnya sudah selesai sejak Selasa malam. Namun, pembukaan jalur baru dilakukan setelah penyelesaian oprit atau jalan pendekat disempurnakan.

“Sebenarnya malam tadi sudah selesai, tapi dari sisi oprit belum selesai. Siang ini diselesaikan oleh tim untuk melandaikan opritnya. Jadi saat ini sudah bisa dilewati oleh masyarakat. Tadi juga terlihat sudah bisa dilewati roda empat, berarti sepertinya aman saja,” ungkapnya.

Jembatan modular bridge ini difungsikan sebagai jembatan sementara selama kurang lebih 6 bulan ke depan, sebelum nantinya dibangun jembatan permanen pada 2027.

Untuk menjaga keamanan dan ketahanan struktur jembatan, Pemko Banjarmasin memberlakukan pembatasan muatan.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub), jembatan hanya boleh dilintasi kendaraan dengan beban maksimum 5 ton.

Kendaraan angkutan berat seperti truk besar dilarang melintas, sementara truk ringan/engkel pembawa logistik masih diperbolehkan.

Mengantisipasi pelanggaran, Dishub bersama Satlantas akan memasang rambu larangan serta mensiapkan sanksi tegas bagi angkutan berat yang nekat melintas.

Salah seorang warga Mantuil Mahadalena mengaku sangat lega dan senang sekali telah selesai jembatan dan bisa dilewati. Karena tidak perlu lagi memutar jalur yang memakan waktu hingga 40 menit dengan kondisi jalan yang kurang memadai.

“Soalnya kemarin jalannya susah, mutarnya jauh sekali memakan waktu 30 sampai 40 menit. Jalannya juga sakit atau rusak walaupun agak besar. Harapannya sesegaranya dibangun Jembatan permanennya,” tukasnya. (shn/smr)