SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Komitmen terhadap peningkatan kualitas sanitasi serta pemenuhan standar pelayanan minimum di masyarakat terus diupayakan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemko Banjarmasin bersama PAM Bandarmasih menyediakan sarana sanitasi berupa fasilitas toilet umum yang layak dan bisa dimanfaatkan warga, khususnya di kawasan Sungai Baru dan Pekapuran Laut.
Walikota Banjarmasin HM Yamin HR langsung meresmikan toilet umum yang berlokasi di Jalan Pekapuran Laut B, RT 02, Kelurahan Sungai Baru, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kamis (24/9/2026).
Peresmian sarana sanitasi publik ini terasa istimewa, karena hadir bertepatan dengan puncak peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-500 Kota Banjarmasin yang menjadikannya sebagai kado nyata infrastruktur sosial yang menyentuh langsung kebutuhan dasar warga.
“Pembangunan fasilitas sanitasi tersebut terealisasi berkat dukungan penuh program Corporate Social Responsibility (CSR) oleh PAM Bandarmasih,” ungkapnya.
Di lokasi yang sama, juga digelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan Gratis bagi warga yang memerlukan.
Hadirnya toilet umum yang lebih representatif ini bukan sekedar upaya untuk menata lingkungan permukiman khususnya di bantaran sungai. Tetapi, juga sebagai upaya menghentikan kebiasaan warga Buang Air Kecil (BAK) dan Buang Air Besar (BAB) sembarangan langsung ke sungai.
Walikota meminta lurah dan camat serta pihak lainnya untuk menjaga dan merawat supaya tetap berfungsi. “Jadi jangan tidak dimanfaatkan ketika sudah terbangun,” katanya.
Ia menuturkan, setelah sebelumnya kolaborasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk menormalisasi sungai, lalu melihat kondisi pengelolaan sanitasi di sini agak kurang, sehingga bersama dengan PAM Bandarmasih memanfaatkan lahan milik Pemko yang ada di sekitar untuk kemudian dibangun toilet.
Dia mengingatkan, sudah semestinya tidak ada lagi jamban yang berdiri di sepanjang bantaran sungai. “Saat masih adanya jamban yang terlihat, dibantu tim dari Dinas PUPR Banjarmasin langsung membongkar jamban terakhir yang ada di kawasan tersebut,” tuturnya.
Ke depan, Walikota juga meminta unsur perangkat daerah terkait seperti camat dan lurah terutama yang wilayahnya berada di jalur sungai, agar dapat turun melakukan pengecekan apabila masih didapati jamban-jamban liar.
“Kita tentu tidak ingin lagi ada jamban yang berada di badan sungai apalagi sampai ke tengah sungai. Ada beberapa wilayah, seperti Kelayan misalnya itu perlu jadi perhatian,” jelasnya.
Makanya perlu pendekatan persuasif juga oleh pihak Kecamatan dan Kelurahan di kawasan lain agar dapat mensosialisasikan ke masyarakat untuk beralih dari praktik MCK tradisional atau Jamban ke toilet pribadi atau umum yang sesuai standar sanitasi.
Dengan adanya program tersebut, ia berharap pengelolaan sanitasi termasuk air limbah di Kota Banjarmasin itu dapat lebih optimal, aman dan merata.
“Tentu ini bentuk ikhtiar kita untuk mengurangi pencemaran lingkungan,” tukasnya. (shn/smr)
