Site icon Seputaran.id

Hj Faridah Dorong Bunda PAUD di Tapin Kawal Anggaran PAUD

Bunda PAUD Tapin Hj Farida Yamani tandatangan dokumen pada kegiatan Advokasi Bunda PAUD dan Sosialisasi Penerapan Aplikasi PIJAR se-Tapin. (foto : istimewa)

SEPUTARAN.ID, RANTAU – Kualitas layanan PAUD harus menjadi perhatian bersama, karena tidak hanya menjadi tanggung jawab guru atau lembaga PAUD, tetapi perlu dukungan pemerintah desa, kelurahan, kecamatan hingga pemerintah kabupaten.

Sebab, menurut Bunda PAUD Kabupaten Tapin Hj Faridah, anak usia dini merupakan investasi penting bagi masa depan Tapin. Mengingat, anak usia dini berada pada fase golden age, ketika perkembangan karakter, kecerdasan dan kesehatan berlangsung sangat pesat.

Dia pun meminta, Bunda PAUD di tingkat kecamatan, kelurahan dan desa diminta tidak hanya aktif dalam kegiatan pendidikan anak usia dini (PAUD), tetapi juga berani mengadvokasi dukungan kebijakan dan anggaran di wilayah masing-masing.

“Saya menaruh harapan besar agar ibu-ibu mampu menjadi motor penggerak. Gunakan peran strategis ibu-ibu untuk mengadvokasi para pemangku kebijakan di wilayahnya masing-masing,” ujarnya saat kegiatan Advokasi Bunda PAUD dan Sosialisasi Penerapan Aplikasi PIJAR se-Kabupaten Tapin di Pendopo Galuh Bastari, Selasa (8/9/2026).

Faridah juga secara khusus mendorong Bunda PAUD agar ikut mengkomunikasikan kebutuhan PAUD kepada kepala desa maupun lurah.

Termasuk mendorong dukungan anggaran untuk operasional PAUD, peningkatan kesejahteraan pendidik serta penyediaan sarana pendukung pendidikan anak.

“Dorong bapak kepala desa atau lurah agar mengalokasikan dana desa untuk mendukung operasional PAUD, memastikan kesejahteraan pendidik, dan mewujudkan PAUD Holistik Integratif,” katanya.

Menurutnya, PAUD Holistik Integratif penting karena kebutuhan anak tidak hanya berkaitan dengan pendidikan. Aspek kesehatan dan gizi juga harus berjalan beriringan, termasuk melalui keterpaduan layanan dengan Posyandu.

Ia berharap, Bunda PAUD di seluruh wilayah Tapin benar-benar hadir melihat kondisi PAUD di lapangan. Dengan demikian, persoalan yang dihadapi dapat diketahui dan dicarikan solusi bersama.

“Dari keluarga dan lingkungan pendidikan inilah kita menyiapkan generasi Tapin ke depan. Karena itu, kualitas PAUD harus kita kawal bersama,” tegasnya. (smr)