SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Galeri Terapung Sasirangan, di Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, kini kondisinya cukup memprihatinkan.
Bangunan yang semula menjadi etalase wisata sungai dan produk sasirangan itu justru tampak tak terawat, bahkan sebagian fasilitasnya rusak dimakan usia.
Warga Sungai Jingah Laila Ramdhani menuturkan, Galeri Terapung yang berada di Sungai Jingah memiliki potensi besar sebagai aset wisata, mengingat lokasinya berada di jalur susur sungai yang kerap dilintasi wisatawan.
“Kalau keinginan pribadi, maunya diperbaiki. Karena bisa jadi salah satu aset. Wisatawan biasanya lewat sini susur sungai, apalagi Kampung Sasirangan sudah masuk kawasan geopark, bukan cuma wisata lokal, tapi sudah wisata dunia,” ujarnya.
Menurut dia, dari kejauhan galeri tersebut masih terlihat menarik. Namun ketika didekati, kondisinya jauh dari layak. Sejumlah bagian seperti meja dan dermaga lapuk dan rusak karena lama tidak mendapat perawatan.
“Sepintas kelihatan bagus dari jauh, tapi saat didekati tidak terawat. Biasanya anak-anak sering mandi di sini, jadi dikotori,” ungkap wanita yang biasa disapa Ella ini.
Galeri Terapung Sasirangan dibangun dan diresmikan pada 2020 lalu. Pada awalnya, fasilitas ini sempat dipercantik dengan pemasangan lampu sehingga tampak menarik pada malam hari. “Namun beberapa tahun terakhir, kerusakannya kian parah,” katanya.
Ela mengatakan, memiliki rasa tanggung jawab moral, karena galeri tersebut berada tepat di depan rumahnya. Makanya setiap pagi membersihkan area sekitar, menyapu, bahkan menyalakan lampu pada malam hari agar tetap terlihat terang.
“Jadi dibersihkan setiap pagi, lampu juga dinyalakan malam. Tapi lama-lama kurang enak juga, karena cepat kotor lagi. Jarang terpantau lagi ketika tidak ada ditempat dan diawasi,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, sudah beberapa kali disampaikan ke Disbudporapar soal perbaikan, tapi sampai sekarang belum ada realisasi. “Harapannya bisa diperbaiki oleh pemerintah suka kelihatan bagus dan terawat,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Banjarmasin Ibnu Sabil menuturkan, pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan warga tersebut.
Namun langkah awal yang akan dilakukan adalah menelusuri status aset Galeri Terapung Sasirangan.
“Jadi terima kasih atas informasinya. Kami akan turun langsung untuk mengecek apakah Galeri Terapung ini sudah menjadi aset yang diserahkan ke Pemerintah Kota (Pemko), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) atau bagaimana status pengelolaannya,” terangnya.
Ibnu Sabil menyatakan, hasil penelusuran aset akan menjadi dasar penentuan langkah selanjutnya. Jika galeri tersebut berada di bawah kewenangan Disbudporapar, maka perbaikan akan diupayakan. Namun jika lokasinya dinilai kurang strategis dan sulit berkembang, pemindahan bisa menjadi opsi.
“Kalau memang tidak memungkinkan dikembangkan di sana, bisa saja kami pindahkan ke lokasi yang lebih strategis dan dekat pusat keramaian agar pemanfaatannya lebih optimal,” jelasnya
Ibnu Sabil mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut setelah status aset dan pengelolaannya dipastikan. “Kami telusuri dulu pengelolaannya di mana dan bagaimana. Setelah itu, pasti akan tindak lanjuti,” tukasnya. (shn/smr)
