Site icon Seputaran.id

FKPWK Gagas Aruh Ganal untuk Satukan Aspirasi Warga Kalimantan

Ketua DPP FKPWK H Junaidi. (foto : hng/seputaran)

SEPUTRAN.ID BANJARMASIN – Perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mendorong munculnya gagasan untuk memperkuat komunikasi dan konsolidasi masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan.

Ketua Dewan Pembina Dewan Pengurus Pusat (DPP) Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK), H. Junaidi, mengusulkan pelaksanaan Musyawarah Besar atau “Aruh Ganal” Warga Kalimantan sebagai wadah mempertemukan berbagai elemen masyarakat lintas provinsi.

Gagasan tersebut dinilai penting untuk membangun kesamaan pandangan mengenai peluang dan tantangan yang muncul seiring berkembangnya IKN serta perubahan sosial-ekonomi di Kalimantan.

Junaidi mengatakan, forum tersebut diharapkan dapat mempertemukan tokoh masyarakat, akademisi, pemuda, aktivis, tokoh adat, pelaku usaha dan berbagai kelompok masyarakat lainnya.

“Kita harus siap merapatkan barisan menyongsong era baru ini. Saatnya seluruh pemangku kebijakan, kaum akademisi, aktivis pemuda, hingga tokoh adat dari Dayak, Banjar, Kutai, Paser, Melayu, serta segenap warga paguyuban pendatang duduk satu meja,” ungkap Junaidi, Kamis (03/09/2026) pagi.

Menurutnya, konsolidasi diperlukan agar masyarakat lokal memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi perubahan yang dibawa pembangunan IKN.

Salah satu perhatian utama adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Junaidi mendorong penguatan keterampilan dan sertifikasi tenaga kerja lokal agar masyarakat memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri yang berkembang.

Selain tenaga kerja, pelaku usaha daerah juga dinilai perlu dipersiapkan untuk memanfaatkan peluang ekonomi yang muncul. UMKM dan vendor lokal, misalnya, didorong agar mampu masuk ke dalam ekosistem pengadaan pemerintah melalui pemanfaatan platform digital serta membangun kerja sama antarpelaku usaha daerah.

Junaidi juga menekankan, pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dengan kelestarian lingkungan dan budaya. Menurutnya, pengembangan ekonomi Kalimantan perlu diarahkan pada kegiatan yang memberikan nilai tambah, termasuk penguatan hilirisasi dan ekonomi hijau dengan tetap mempertimbangkan kearifan lokal.

Dalam gagasan Aruh Ganal tersebut, FKPWK belum menentukan wilayah yang akan menjadi tuan rumah.
Sebaliknya, lokasi pelaksanaan sengaja dibuka menjadi bahan diskusi publik dengan melibatkan masyarakat dari lima provinsi di Kalimantan.

Kalimantan Timur memiliki posisi strategis karena menjadi lokasi pembangunan IKN. Kalimantan Selatan memiliki kekuatan budaya yang berkaitan dengan istilah Aruh Ganal serta peran penting dalam sektor logistik dan pangan. Kalimantan Barat memiliki posisi strategis sebagai wilayah perbatasan sekaligus daerah dengan keberagaman masyarakat.

Kalimantan Tengah memiliki catatan sejarah dalam wacana pemindahan ibu kota, sedangkan Kalimantan Utara mempunyai potensi besar dalam pengembangan industri hijau dan energi terbarukan.

Junaidi menilai, perbedaan karakter tersebut dapat menjadi modal untuk membangun pembahasan yang lebih luas mengenai masa depan Kalimantan. Ia berharap Aruh Ganal tidak hanya menjadi forum pertemuan, tetapi menghasilkan gagasan yang dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi bagi pemerintah.

Salah satu target yang diwacanakan adalah penyusunan “Manifesto Pemikiran Kalimantan”. Dokumen tersebut nantinya diharapkan memuat berbagai pokok pikiran dan rekomendasi masyarakat Kalimantan terkait pengembangan sumber daya manusia, ekonomi daerah, lingkungan, kebudayaan hingga peluang yang muncul dari pembangunan IKN.

Manifesto itu direncanakan menjadi bahan masukan yang dapat disampaikan kepada Otorita IKN dan pemerintah pusat.

Junaidi mengatakan masyarakat Kalimantan perlu mengambil bagian dalam proses perubahan yang berlangsung di wilayahnya sendiri.

Menurutnya, pembangunan IKN dapat menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas masyarakat lokal sehingga tidak hanya menjadi penerima dampak pembangunan, tetapi turut mengambil peran dalam berbagai peluang yang tersedia.

Melalui gagasan Aruh Ganal, FKPWK berharap masyarakat dari lima provinsi di Kalimantan dapat membangun kesamaan visi dan memperkuat kerja sama dalam menghadapi perubahan yang semakin cepat di kawasan Borneo. (hng/smr)