Site icon Seputaran.id

Evaluasi Triwulan Pertama 2026, 200 Orang Lebih Dicoret dari Penerima Bansos

Plt Kadinsos Banjarmasin Jefri Fransyah. (foto : shn/seputaran)

SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Jumlah penerima bantuan sosial (bansos) di Banjarmasin mengalami penurunan pada 2026.

Hingga triwulan pertama, ada lebih dari 200 orang tidak lagi masuk dalam daftar penerima bantuan, berdasarkan hasil evaluasi dan pemutakhiran data.

Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Banjarmasin Jefrie Fransyah menuturkan, pihaknya belum mengetahui secara rinci alasan seluruh penerima tercoret dari daftar bansos. Namun dalam sistem tercantum keterangan penggunaan dana tidak sesuai peruntukkan.

“Penurunan jumlah penerima bansos tahun ini ada sekitar 200 lebih pada triwulan pertama,” ungkapnya, Senin (18/5/2026).

Salah satu indikasi yang menjadi perhatian Pemerintah Daerah adalah keterlibatan penerima dalam aktivitas judi online (judol).

“Kalau terindikasi judol, bantuan pasti diputus meskipun masuk dalam desil 1 sampai 5,” bebernya.

Selain evaluasi data, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin juga mulai menjalankan piloting digitalisasi bansos melalui integrasi data sosial berbasis digital. “Atau Perlindungan Sosial melalui Digital Public Infrastructure (DPI),” jelasnya.

Menurut dia, program ini untuk mempercepat verifikasi, meningkatkan transparansi dan meminimalkan kesalahan penyaluran bantuan.

“Semoga bansos tersalurkan tepat sasaran melalui agen perlindungan sosial (perlinsos) yang secara sukarela melakukan plotting,” tukasnya. (shn/smr)