SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Proses seleksi terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Banjarmasin sudah mengerucut.
Panitia Seleksi (Pansel) telah keluarkan tiga nama kandidat terbaik yang nantinya akan diserahkan kepada Walikota Banjarmasin untuk dipilih sebagai Sekdakot definitif.
Adapun tiga kandidat yakni Edy Wibowo yang menjabat sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD). Kemudian Ichrom Muftezar menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Machli Riyadi menjabat sebagai Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskopumper) Banjarmasin.
“Jadi ada tiga besar calon Sekda yang sudah diajukan ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Tinggal menunggu untuk disetujui, kemudian pak wali kota yang memilih,” ungkap Plt Sekdako Banjarmasin Dolly Syahbana, di Lobby Balai Kota Banjarmasin, Senin (18/5/2026).
Para kandidat yang masuk tiga besar ini dianggap memenuhi kriteria dalam penilaian yang dilakukan Pansel dan memang berada diurutan teratas. “Berdasarkan penilaian dari pansel langsung, melihat jejak rekamnya, presentasi dan sebagainya,” bebernya.
Ia menyatakan, pelantikan sekda definitif masih belum bisa dipastikan. Namun, pelantikan akan segeranya dilakukan setelah resmi ditunjuk Walikota Banjarmasin.
“Mungkin sebelum Hari Raya Idul Adha, setelah ditunjuk dan segera bisa dilaksanakan pelantikan,” jelasnya.
Diketahui sebelumnya, ada sembilan dan tujuh peserta yang lolos mengikuti seleksi administrasi yakni Edy Wibowo menjabat sebagai Kepala BPKPAD Banjarmasin, Gusti Abdul Wakhid Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kotabaru.
Kemudian Hendro Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Banjarmasin dan Herman Hidayatullah Camat Banjarmasin Tengah.
Selanjutnya ada Ichrom Muftezar, Kepala DLH Banjarmasin, Machli Riyadi, Kepala Diskopumker Kota Banjarmasin dan terakhir adalah Ryan Utama Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin.
Selama proses seleksi berjalan lagi, satu peserta Herman Hidayatullah memilih mengundurkan diri, sehingga hanya tersisa sebanyak enam kandidat, hingga akhirnya mengerucut menjadi tiga besar. (shn/smr)
