Site icon Seputaran.id

DPRD Banjarmasin Dukung Efisiensi Anggaran

Ketua DPRD Banjarmasin Rikval Fachruri. (foto : sna/seputaran)

SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Pada awal 2025 ini, pemerintah Indonesia telah mengumumkan pemberlakuan efisiensi anggaran negara. Efisiensi tersebut dilakukan dengan mengurangi anggaran beberapa instansi dan biaya program tertentu. Sehingga, Pemkot Banjarmasin ikut melakukan efisiensi anggaran hingga 30 persen dari APBD 2025 yang ditetapkan sebesar Rp2,4 triliun.

Efisiensi anggaran Pemkot Banjarmasin tersebut mendapat dukungan Ketua DPRD  Banjarmasin Rikval Fachruri, yang menyampaikan sangat mendukung langkah Pemkot melakukan efisiensi anggaran sebesar 30 persen pada 2025 dengan memangkas program yang dinilai tidak terlalu penting.

Bahkan dia mengakui, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banjarmasin dan Tim Anggaran Pemkot Banjarmasin sudah melakukan rapat terkait efisiensi anggaran ini. “Memang nominal efisiensi anggaran 2025 ini belum disampaikan, namun tentunya banyak dilakukan efisiensi diberbagai program,” ucapnya usai buka puasa bersama di DPRD Banjarmasin, Kamis (13/3/2025).

Rikval menyampaikan, efisiensi anggaran ini tentunya berkaitan juga dengan dikurangi dana alokasi khusus dari pemerintah pusat. “Tapi tidak terlalu signifikan juga, memang kita harus melakukan efisiensi beberapa program yang dinilai tidak terlalu urgen, seperti kegiatan seremoni dan perjalanan dinas,” ucapnya.

Sementara itu, Walikota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR di Banjarmasin, menyampaikan efisiensi anggaran memang harus dilakukan sesuai Instruksi Presiden RI Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisien dalam pelaksanaan belanja pada APBN dan APBD 2025.

Menurut dia, Pemkot Banjarmasin melaksanakan Inpres ini dengan menelusuri anggaran pelaksanaan program yang dinilai tidak terlalu penting untuk tidak dilaksanakan. “Jadi efisiensi ini bukan berarti mengurangi APBD kita, tapi anggaran tidak jadi digunakan tadi akan digunakan ke program yang lebih penting,” ucapnya.

Dia menyatakan program penting seperti penanganan stunting, kesehatan, pendidikan tidak dilaksanakan efisiensi, bahkan bisa ditambah dari anggaran hasil pengurangan anggaran tersebut.

Menurut Yamin, beberapa program acara seremoni hingga perjalanan dinas di lingkungan Pemkot Banjarmasin masuk terkena efisiensi anggaran 2025. “Pembelian alat tulis kantor (ATK) itu juga kita efisiensi,” ungkap Yamin.

Dia pun mengharapkan, langkah ini didukung penuh semua lapisan masyarakat, terutama legislatif untuk menyusun kembali program yang lebih berpihak kepada kesejahteraan masyarakat dan kemajuan pembangunan Banjarmasin. (sna/smr)