Site icon Seputaran.id

Disperdagin dan IBITEK Kalimantan Gelar FGD Pengembangan Iklim Usaha Perdagangan dan Jasa

FGD pengembangan Iklim usaha. (foto : shn/seputaran)

SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Forum Group Discussion (FGD) Pengembangan Iklim Usaha Perdagangan dan Jasa Kota Banjarmasin kerjasama antara Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) dan IBITEK Kalimantan digelar, di Hotal Rattan Inn, Rabu (30/9/2026).

FGD ini sebagai wadah dan memberikan langkah konkrit memajukan iklim usaha yang ada di Banjarmasin. Wali Kota Banjarmasin H M Yamin HR menuturkan, Banjarmasin adalah Kota Perdagangan dan Jasa.

Diharapkan dengan kegiatan FGD ini bisa diketahui yang menjadi keresahan dari para pelaku usaha di Banjarmasin. Baik itu terkait masalah perizinan, permodalan dan hal lainnya, yang menghambat para pelaku usaha atau para investor berusaha di Banjarmasin.

“Kita ingin mendengar, masalah perizinan dan sebagainya lambat, Pemerintah harus memberikan dan membenahi. Jadi garapannya FGD wadahnya sebagai untuk membenahi dan memberikan langkah konkrit,” katanya

Walikota juga yakin dengan membuka seluas-luasnya para investor untuk berinvestasi di Banjarmasin dapat menambah lapangan kerja.

“Sejauh ini investasi di Banjarmasin sangat positif, tinggal bagaimana Pemko Banjarmasin bisa memberikan kepastian hukum dalam berinvestasi di Kota Seribu Sungai,” katanya.

Pemerintah daerah memiliki aset daerah yang harus bisa benar dimanfaatkan, tepat guna dan tentunya bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sementara Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindagin) Banjarmasin Ignasius Rizki Perdana Salan menuturkan, FGD digelar guna pengembangan dunia usaha.

Sebagaimana amanah Wali Kota Banjarmasin untuk memberikan fasilitas dan pelayanan yang terbaik buat para pelaku usaha.

“Tidak ada dipersulit perizinan usahanya. Nantinya kebijakan apa yang bisa diambil oleh Pemko Banjarmasin untuk memajukan iklim usaha di Kota Seribu Sungai. Tujuannya supaya pertumbuhan ekonomi tetap tinggi dan terjaga,” harapnya.

Kendala dalam perkembangan usaha, memang terkait akses permodalan dan fasilitas perdagangan. “Jadi perlu kerja sama dari berbagai pihak. Supaya iklim usaha di Banjarmasin tetap terus tumbuh dan berkembang,” tukasnya. (shn/smr)