Site icon Seputaran.id

Diskopumker Banjarmasin : Sudah Ada 103 Karyawan di PHK Hingga Juni 2026 

Kepala Diskopumker Banjarmasin Machli Riyadi. (foto : shn/seputaran)

SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Tercatat dari Januari hingga Juni 2026 ini ada 103 pekerja atau karyawan yang sudah mendapat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Kepala Diskopumker Banjarmasin Machli Riyadi menuturkan, pihaknya sangat menyayangkan dan tidak menginginkan pekerja di PHK, dengan alasan efisiensi dari beberapa perusahaan. “Ada 103 pekerja yang di PHK, selama periode Januari hingga Juni 2026,” ungkapnya, Rabu (24/6/2026).

Ia mengimbau, para pengusaha baik itu kelas menengah maupun industri agar tidak mudah memberikan PHK  kepada pekerja. “Ini harus mempertimbangkan dengan matang. Dan harus benar memiliki alasan yang jelas dan kuat, jangan sampai hak pekerja ditabrak,” ketusnya.

Dia pun mempersilakan pihak perusahaan berkonsultasi ke Diskopumker, misalnya ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan dalam perusahaan, dengan mekanisme bipartit atau perundingan internal antara pekerja atau serikat pekerja dan pengusaha atau manajemen untuk menyelesaikan perselisihan hubungan industrial. “Tentu kami memiliki ruang mediasi hubungan industrial untuk memfasilitasi persoalan yang ada di perusahaan,” jelasnya.

Ia menyatakan, pihaknya akan tuurn untuk mengadvokasi kalau ada indikasi PHK yang tidak benar dan tanpa prosedural. “Kalau mau mengadu silahkan datang ke Diskopumker untuk penyelesaiannya. Karena ini  menjadi tugas pihak Diskopumker,” tuturnya.

Salah satu strategi bagi karyawan yang terkena PHK maupun para pencari kerja, kata dia, Diskopumker memfasilitasi untuk ikut pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK). “Ini agar bisa menciptakan kembali lapangan kerja dan maupun sendiri, nantinya dari pelatihan yang diberikan,” ucapnya.

Pihaknya juga telah melaksanakan pelatihan tata kelola perkantoran dan sudah memagangkan 10 orang di Trio Motor di Jalan Andalas yang merupakan mitra kerja.

“Semoga nantinya bisa diterima di beberapa perkantoran yanh telah diberikan pelatihan selama 3 bulan dan 1 bulan magang,” ujarnya.

Machli melanjutkan, saat ini pihaknya juga memberikan pelatihan kepada para Ibu membuat roti dan kue di beberapa kelurahan.

“Kegiatan pelatihan ini bakal terus dikembangkan, agar para pekerja di PHK dan pencari kerja baru dapat menciptakan lapangan kerja sendiri nantinya,” tukasnya. (shn/smr)